SUMATERA SELATAN — Timnas cerebral palsy Inggris menjuarai Cerebral Palsy World Cup untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Amerika Serikat 2-1 di partai final. Gol penentu David Porcher di babak perpanjangan waktu memastikan trofi dunia pertama bagi skuad berjuluk Para Lions itu.
Laga final di Atlanta berjalan dramatis. Amerika Serikat selaku tuan rumah unggul lebih dulu lewat skema sepak pojok saat pertandingan tersisa tiga menit, sebelum Sam Dewhirst menyamakan kedudukan dan memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di masa tambahan waktu, Inggris menemukan jalan keluar. Tembakan Dewhirst berhasil diblok kiper, tetapi bola lepas mengarah ke David Porcher yang tanpa ragu melepaskan tembakan untuk memastikan kemenangan 2-1.
Dua nama menjadi arsitek utama gelar ini: Sam Dewhirst dan David Porcher. Dewhirst tidak hanya mencetak gol penyama kedudukan yang menyelamatkan Inggris dari kekalahan, tetapi juga menjadi inisiator terciptanya gol kemenangan.
Porcher tampil sebagai penyelesai akhir. Sepakannya setelah bola muntah dari penyelamatan kiper Amerika Serikat menjadi momen paling menentukan sepanjang turnamen bagi skuad Inggris.
Pelatih kepala tim cerebral palsy Inggris, Jack Rutter, menyebut gelar ini sebagai pencapaian bersejarah. Ia menegaskan kesuksesan tersebut lahir dari pengorbanan besar para pemain dan staf.
"Ini terasa luar biasa. Besarnya pengorbanan yang dilakukan para pemain dan staf untuk mencapai target ini sungguh luar biasa," kata Rutter.
"Kami datang ke sini dengan harapan mungkin bisa meraih medali, dan saya tidak percaya kami benar-benar menjuarai World Cup untuk pertama kalinya. Saya sangat, sangat bangga pada seluruh staf dan semua pemain," ujarnya menambahkan.
Gelar ini datang tak lama setelah skuad powerchair Inggris dikalahkan Prancis di final World Cup mereka pada Jumat. Kekalahan itu sempat menjadi catatan pahit bagi federasi, sebelum tim cerebral palsy membalasnya dengan trofi dunia perdana.
Bagi Inggris, kemenangan di Atlanta menutup perjalanan turnamen dengan cara terbaik. Dari target semula sekadar meraih medali, Para Lions pulang sebagai juara dunia untuk pertama kali sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.