BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sumsel Tiga Hari Berturut-turut Mulai 25 Oktober 2026, Palembang Termasuk

Penulis: Amril Fauzan  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:02:01 WIB
Citra radar cuaca BMKG menunjukkan hujan terpantau di sejumlah titik Sumsel pada Sabtu (24/10/2026).

PALEMBANG — Hujan sudah terpantau di sejumlah titik Sumsel sejak Sabtu (24/10/2026) berdasarkan citra radar cuaca BMKG. Wilayah yang tercatat antara lain Banyuasin, Palembang, Musi Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Pagar Alam, serta sebagian kecil Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, menyebut pembaruan data model cuaca BMKG untuk periode 24–28 Oktober 2026 menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan.

Penyemaian Awan Pakai Natrium Klorida

Tim OMC memaksimalkan penyemaian awan menggunakan bahan natrium klorida (NaCl) untuk mengoptimalkan potensi hujan yang sudah terdeteksi. Langkah itu diambil agar pertumbuhan awan hujan tidak lepas begitu saja tanpa turun sebagai hujan di wilayah target.

"Berdasarkan data model yang kami perbarui pada 24 hingga 28 Oktober 2026, diprakirakan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan. Oleh karena itu, tim memaksimalkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl)," kata Siswanto saat dikonfirmasi, Ahad (25/10/2026).

Curah Hujan Tercatat di Tiga Titik Pengukur

Pemantauan alat penakar hujan BMKG hingga sore hari menunjukkan curah hujan di beberapa lokasi. Alat penakar hujan ARG Jakabaring di Palembang mencatat 0,6 milimeter (mm), sementara Stasiun Klimatologi Sumsel melalui penakar otomatis mencatat 11 mm.

Di Muara Enim, alat penakar hujan ARG Pulau Panggung mencatat curah hujan 10 mm. Siswanto menjelaskan, hujan yang terpantau radar cuaca tidak selalu tercatat di alat penakar karena lokasi hujan tidak tepat berada di sekitar titik pemasangan alat.

"Hujan yang terpantau melalui radar cuaca tidak selalu tercatat pada alat penakar hujan. Hal tersebut dapat terjadi karena lokasi hujan tidak tepat berada di sekitar titik pemasangan alat pengukur curah hujan," tambahnya.

Rincian Wilayah per Hari

Pada 25 Oktober 2026, hujan pagi hari berpotensi terjadi di Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara. Siang hingga malam, potensi hujan meluas ke Musi Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas Utara, Empat Lawang, Lahat, Pagar Alam, OKU, OKU Selatan, Banyuasin, OKU Timur, Palembang, Ogan Ilir, dan OKI.

Memasuki 26 Oktober 2026, hujan pada siang hingga sore berpotensi terjadi di OKI dan OKU Selatan. Pada 27 Oktober 2026, potensi hujan sedang diprakirakan meluas ke OKI, Ogan Ilir, OKU Timur, OKU Selatan, Muara Enim, PALI, Prabumulih, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Untuk intensitas sedang, BMKG merinci kewaspadaan pada 25 Oktober 2026 di Lahat, Pagar Alam, Muara Enim, PALI, Musi Rawas, OKU, OKU Timur, OKI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Pada 26 Oktober 2026 potensi hujan sedang diprakirakan di OKU Selatan.

Imbauan ke Warga

BMKG mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca dan memperhatikan potensi hujan saat merencanakan aktivitas, terutama di wilayah yang diprakirakan mengalami hujan sedang. Informasi prakiraan harian hingga tingkat desa atau kelurahan bisa diakses melalui situs cuaca.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: beritaanda.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top