PALEMBANG — Peninjauan berlangsung pagi, didampingi Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud. Keduanya memantau kondisi cuaca dan pergerakan arah angin yang memicu akumulasi asap dari berbagai penjuru menuju Kota Palembang.
Herman Deru menyebut kondisi pagi itu berbeda dari tiga hari sebelumnya. Setelah asap sempat terurai dan jarak pandang membaik, kabut kembali meningkat signifikan.
"Pagi ini agak khusus. Saya bersama Pak Danrem hadir di Baseops Lanud untuk menyikapi kondisi kabut yang pagi ini meningkat sangat signifikan. Padahal, setelah tiga hari sebelumnya, kita merasakan asap mulai terurai dan visibility meningkat tajam," ujar Herman Deru saat memberikan keterangan.
Data BMKG menunjukkan kelembapan udara di Palembang mencapai sekitar 87 persen. Angka itu membuat asap sisa kebakaran hutan dan lahan bercampur kabut tebal, sehingga jarak pandang menurun drastis.
Khabib Mahfud menjelaskan dua penyebab utama kendala di lapangan. Pertama kabut asap karhutla, kedua kelembapan udara Palembang yang tinggi sehingga kabut dan asap menyatu.
"Kendalanya memang visibility. Penyebabnya ada dua: pertama karena kabut asap karhutla, dan kedua karena kelembapan udara di Palembang yang cukup tinggi sehingga kabut dan asap menyatu. Hal ini membuat jarak pandang masih terbatas di bawah 1.000 meter," ungkapnya.
Persiapan armada udara diklaim sudah maksimal. Sebanyak 800 kilogram dry ice telah dimuat ke pesawat, dari total 4,7 ton yang disiapkan di storage untuk ditebar.
"Sementara ini, yang sudah diangkut ke pesawat kurang lebih 800 kilogram dry ice. Secara keseluruhan, kita sudah menyiapkan 4,7 ton dry ice di storage yang siap ditebar," tutur Khabib Mahfud.
Pemerintah pusat mengirim dua unit storage berpendingin berkapasitas 4,7 ton ke Palembang. Fasilitas itu tiba sehari sebelumnya untuk mengatasi penguapan tinggi yang sempat membuat bahan menyusut.
"Kabar baiknya, sekarang sudah ada storage pendingin. Kalau kemarin penguapan tinggi sehingga bahan sempat menyusut, kini dengan adanya dua unit storage berkapasitas 4,7 ton yang dikirim dari pusat kemarin sore, kendala tersebut bisa diatasi," jelas Herman Deru.
Satgas Karhutla bergerak mengikuti arahan Presiden melalui BMKG, BNPB, dan Kementerian Kehutanan. Upaya penanganan dilakukan lewat penyemaian dry ice serta operasi darat dan udara.
Herman Deru menegaskan kabut asap tidak boleh menghambat aktivitas perekonomian maupun kehidupan sosial masyarakat. Ia berharap asap segera terurai agar pilot bisa menerbangkan pesawat.
Koordinasi TNI, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan instansi terkait berlangsung intensif setiap pagi. Forum itu memantau perkembangan cuaca sekaligus merumuskan langkah penanganan karhutla paling tepat di wilayah Sumatera Selatan.