Kemenhaj OKI Mulai Pemeriksaan Kesehatan 400 Calon Jamaah Haji 2027, Jadwal Pelunasan BPIH Belum Ditetapkan

Penulis: Amril Fauzan  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 12:02:31 WIB
Calon jamaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan tahap awal di puskesmas yang ditunjuk.

KAYUAGUNG — Kepala Kemenhaj Kabupaten OKI, H M Syaipul Akbar, menyatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan jamaah mulai melunasi BPIH. Pemeriksaan kesehatan tetap berjalan paralel dengan pengurusan bio visa sembari menunggu kepastian jadwal.

Pemeriksaan istithaah dibagi dua tahap. Tahap pertama digelar di puskesmas yang ditunjuk Dinas Kesehatan sesuai wilayah tinggal calon jamaah. Jamaah yang lolos tahap awal kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

Pembagian Rumah Sakit Rujukan di OKI

Kemenhaj OKI memetakan rumah sakit rujukan berdasarkan kecamatan asal jamaah. Jamaah dari Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji diarahkan ke Rumah Sakit Tugu Jaya.

Adapun jamaah dari Kayuagung, Selapan, dan sekitarnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kayuagung. Jadwal lengkap pemeriksaan masih dalam tahap penyusunan.

Biaya MCU Masih Tarik Ulur Dua Aturan

Besaran biaya medical check up menjadi salah satu penyebab jadwal pemeriksaan belum dibagi menyeluruh. Menurut ketentuan daerah, biaya MCU berada di kisaran Rp1,3 juta.

Angka itu berbeda dengan aturan Kementerian Kesehatan yang menetapkan biaya di bawah Rp1 juta. Syaipul menyebut perbedaan ini masih dibahas dalam rapat internal.

"Untuk biaya istithaah belum putus berapa. Menurut perda di sini sekitar Rp1,3 juta sekian untuk biaya MCU, sedangkan dari Kementerian Kesehatan harus di bawah Rp1 juta. Karena itu masih kami rapatkan, makanya jadwalnya belum kami bagi seluruhnya," ujarnya.

Gambaran Pelunasan BPIH Embarkasi Palembang

Secara nasional, BPIH yang diumumkan berada di kisaran Rp93 juta. Jamaah telah menyetor awal Rp25 juta, ditambah nilai manfaat dan dukungan APBN.

Besaran pelunasan tiap daerah berbeda karena disesuaikan dengan embarkasi dan jarak penerbangan ke Arab Saudi. Untuk embarkasi Palembang, gambaran pelunasan sekitar Rp55,3 juta.

"Kalau Palembang sekitar Rp55,3 juta. Jamaah kan sudah membayar Rp25 juta, tinggal sisanya. Nilai manfaat juga diberikan kepada jamaah," jelas Syaipul.

Angka tersebut belum final. Besaran resmi yang harus dibayarkan jamaah OKI tetap menunggu ketentuan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Kuota Naik, Masa Tunggu Reguler 14 Tahun

Kuota jamaah haji OKI 2027 diperkirakan lebih dari 400 orang, di luar petugas pendamping. Tahun sebelumnya, jamaah yang berangkat sekitar 384 orang.

Jumlah final jamaah yang berhak berangkat masih menunggu proses pelunasan. Calon jamaah yang dijadwalkan berangkat 2027 memiliki masa tunggu sekitar 14 tahun.

Bagi masyarakat yang baru mendaftar haji, masa tunggu masih di kisaran 26 tahun. Syaipul berharap ada peningkatan kuota sehingga masa tunggu tidak selama itu.

"Semoga ada peningkatan kuota sehingga masa tunggu tidak lagi sampai 26 tahun. Mudah-mudahan apa yang diinginkan Pak Presiden untuk mempercepat keberangkatan jamaah bisa terwujud," harapnya.

Imbauan Jaga Kesehatan Sebelum MCU

Kemenhaj OKI meminta calon jamaah mulai menjaga kondisi fisik sejak sekarang. Jamaah diminta mengontrol penyakit bawaan seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol agar lolos syarat istithaah.

"Imbauan kepada jamaah untuk menjaga kesehatan, menjaga pola makan dan jangan terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh. Kalau memang punya penyakit dari awal, mohon dijaga pola makan, misalnya darah tinggi atau kolesterol, sehingga ketika MCU bisa lulus istithaah," tutupnya.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top