Satu Warga Gaza Tewas, 15 Terluka dalam Serangan Israel Meski Gencatan Senjata Berlaku

Penulis: Fauzan Akbar  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:27:32 WIB
Seorang warga Palestina tewas dan 10 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Al-Hawouz, Gaza tengah.

Militer Israel kembali melancarkan serangan di Jalur Gaza, menewaskan seorang warga Palestina dan melukai 15 orang lainnya. Serangan udara menyasar sebuah kendaraan di Al-Hawouz, Gaza tengah, sementara tembakan artileri menghantam kawasan dekat kantor Serikat Insinyur di Kota Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.445 warga tewas akibat pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan berlaku 10 Oktober 2025.

GAZA — Seorang warga Palestina tewas dan 10 lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menyasar sebuah kendaraan di Al-Hawouz, Gaza tengah, selatan Deir al-Balah. Lima warga lain terluka, satu di antaranya kritis, setelah tembakan artileri Israel menghantam seseorang yang melintas dekat kantor pusat Serikat Insinyur di barat laut Kota Gaza.

Serangan terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Sumber medis menyebut korban terus berjatuhan meski kesepakatan penghentian pertempuran resmi diberlakukan.

Wilayah yang Jadi Sasaran Serangan

Sejumlah saksi melaporkan militer Israel menembaki wilayah timur kamp pengungsi Al-Maghazi dan bagian selatan Kota Khan Younis. Kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan ke wilayah selatan dan timur Khan Younis serta bagian utara Beit Lahia.

Kapal-kapal militer Israel turut menembaki wilayah pesisir Rafah dan Kota Gaza. Sumber lokal melaporkan militer Israel melakukan pembongkaran besar-besaran terhadap sejumlah bangunan dan fasilitas di bagian timur Kota Gaza.

Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata tahun lalu telah menewaskan sedikitnya 1.445 warga Palestina dan melukai 5.072 lainnya hingga Sabtu. Angka tersebut menunjukkan gencatan senjata belum sepenuhnya menghentikan kekerasan di wilayah kantong berpenduduk padat itu.

Sejak perang genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 175.000 lainnya terluka. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut hancur akibat konflik berkepanjangan.

Dampak Kemanusiaan yang Terus Meluas

Kerusakan infrastruktur yang mencapai 90 persen membuat kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap layanan dasar seperti air bersih, listrik, dan fasilitas kesehatan.

Serangan terbaru menambah daftar panjang korban sejak gencatan senjata disepakati. Warga Gaza masih menghadapi ancaman keselamatan harian meski kesepakatan penghentian pertempuran telah ditandatangani.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top