PALEMBANG — Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, menegaskan bahwa pembagian personel ke dalam tiga shift dilakukan agar pemantauan dan penanganan awal kebakaran lahan tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi anggota. Penegasan itu disampaikan usai proses serah terima tugas di Posko Karhutlah Koramil 418-01/Makrayu, Kamis (24/9/2026).
Dalam pelaksanaan siaga, lima personel dinyatakan lengkap dan siap bertugas. Sarana pendukung yang disiapkan meliputi satu unit kendaraan pemadam kebakaran serta lima set alat pelindung diri perorangan.
Menurut Pangdam, luas lahan terbakar di wilayah tugas mencapai sekitar 52 hektare. Angka itu menjadi dasar penambahan personel dan peralatan di lapangan.
"Anggota kita sudah disebar, peralatan pun kita tambah, berikut juga anggota yang kini kita bagi menjadi tiga shift. Karena kita juga perlu memikirkan kondisi dan kesehatannya," tutur Ujang Darwis.
Pembagian tiga shift dinilai penting karena pemantauan titik api tidak bisa mengandalkan satu regu saja. Personel yang kelelahan berisiko memperlambat respons awal saat muncul laporan kebakaran baru.
Proses pergantian shift dari Shift 1 ke Shift 2 dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB di Posko Karhutlah Koramil 418-01/Makrayu. Serah terima tugas berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Ujang Darwis didampingi Dandim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, meninjau langsung kesiapan personel dan perlengkapan. Keduanya memastikan seluruh sarana pendukung dalam kondisi siap pakai.
"Pergantian shift tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan personel, dalam melakukan pemantauan dan penanganan awal, apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tugas," papar Pangdam kepada wartawan.
Dengan pergantian regu secara teratur, kesiapan personel dan perlengkapan di Posko Karhutlah dapat terus terjaga selama pelaksanaan tugas siaga. Pola ini juga memastikan tidak ada jeda pengawasan saat satu regu beristirahat.
Hingga kegiatan pergantian shift selesai, situasi di Posko Karhutlah Koramil 418-01/Makrayu terpantau aman dan kondusif. Tidak ada hal menonjol yang dilaporkan dalam kegiatan tersebut.
Wilayah Palembang dan sekitarnya masih berada dalam periode rawan kebakaran lahan. Penambahan peralatan dan pembagian shift menjadi langkah awal sebelum potensi eskalasi titik api muncul di lapangan.