EMPAT LAWANG — Pembangunan Jembatan Desa Seleman Ulu menyasar konstruksi yang lebih kokoh, layak, dan aman dilintasi. Jembatan lama di titik yang sama hanya memiliki bentang 8 meter, sementara jembatan pengganti dirancang sepanjang 30 meter.
Posisi jembatan membuatnya menopang akses komunikasi pemerintahan, hubungan sosial, pergerakan komoditas, hingga aktivitas ekonomi warga di kawasan perbatasan.
Gubernur Herman Deru menyebut konektivitas antarwilayah di Sumsel masih terjalin erat, terutama untuk urusan pemerintahan, politik, dan distribusi komoditas. Menurutnya, semua itu bergantung pada infrastruktur yang tersambung.
"Kita masih sangat tersambung, baik komunikasi pemerintahan, politik, komoditas, apalagi infrastruktur dan lain sebagainya. Ini sangat berkaitan dengan terhubungnya infrastruktur," ujar Herman Deru.
Pernyataan itu disampaikan saat groundbreaking di hadapan warga dan jajaran pemerintah daerah Kecamatan Muara Pinang.
Herman Deru menegaskan pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik. Menurutnya, proyek itu adalah investasi jangka panjang yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini akan kita letakkan kembali bahwa jembatan kokoh dengan nilai yang cukup besar. Mudah-mudahan kemanfaatannya tidak hanya sesaat, tetapi berkepanjangan," ujarnya.
Jika akses jembatan terganggu atau terputus, kata dia, bukan hanya silaturahmi yang terputus. Ongkos angkut barang juga berpotensi naik dan membebani warga pengguna jalur.
"Bahwa ketika ini terganggu, bukan hanya silaturahmi yang terputus yang dikhawatirkan, tetapi kemahalan ongkosnya. Dan itu tentu tidak boleh terbebani kepada masyarakat penggunanya," tegas Herman Deru.
Pemprov Sumsel tahun ini menggelontorkan Rp56 miliar bagi Kabupaten Empat Lawang. Alokasi itu untuk membantu keterbatasan fiskal daerah dalam membangun infrastruktur.
Selain jembatan, Herman Deru menyoroti ruas Jalan Pagar Alam–Tanjung Raya sepanjang 80 kilometer. Ruas tersebut kini diperbaiki secara fungsional.
Pemprov Sumsel akan memperjuangkan peningkatan status ruas jalan itu menjadi jalan nasional bersama kementerian terkait.
"Ruas 80 kilometer ini bisa menjadi akses wisata, akses evakuasi, utamanya akses ekonomi. Nanti akan kita komunikasikan dengan kementerian," tutup Herman Deru.