SUMATERA SELATAN — Samsung menutup semester pertama 2026 sebagai merek HP dengan pangsa pasar global terbesar, mencapai 22 persen menurut analisis Counterpoint Research. Posisi itu hanya unggul tipis dari Apple di 21 persen, sementara Xiaomi menempel di peringkat ketiga dengan 11 persen. Pertumbuhan Samsung terjadi justru saat penjualan HP secara keseluruhan turun 7 persen pada kuartal kedua 2026.
Data Counterpoint Research menunjukkan penjualan Samsung tumbuh 9 persen secara tahunan selama semester I 2026. Pertumbuhan itu terjadi meski perusahaan beberapa kali menaikkan harga sejumlah produknya.
Persaingan di lima besar pasar HP global berlangsung ketat, dengan selisih tipis antara peringkat pertama dan kedua.
Selisih satu poin antara Samsung dan Apple membuat posisi pemimpin pasar belum sepenuhnya aman. Apple hanya butuh sedikit lonjakan penjualan untuk menyalip, terutama saat musim peluncuran iPhone baru.
Kinerja Samsung turut ditopang respons positif terhadap sejumlah perangkat terbaru. Salah satu yang mencatat performa penjualan kuat adalah Galaxy Z Fold 8.
Perangkat lipat itu membantu Samsung menjaga momentum di segmen premium, wilayah yang selama ini menjadi medan tempur utama melawan Apple. Respons pasar terhadap Galaxy Z Fold 8 menjadi sinyal bahwa strategi perangkat lipat Samsung masih diterima konsumen.
Ada dua hal yang membuat capaian Samsung menonjol. Pertama, kenaikan harga produk tidak menahan laju penjualan. Kedua, pertumbuhan 9 persen terjadi di saat pasar keseluruhan menciut 7 persen pada kuartal kedua 2026.
Artinya, Samsung tidak hanya bertahan, tetapi menambah pangsa di pasar yang mengecil. Produsen lain kemungkinan besar harus rela kehilangan sebagian volume penjualan di periode yang sama.
Pasar HP global dan pasar lokal saling terhubung. Ketika Samsung agresif di tingkat global, stok dan strategi harga untuk Indonesia biasanya ikut menyesuaikan.
Bagi pengguna Indonesia, persaingan ketat di lima besar ini berpotensi menekan harga di segmen menengah. Merek seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang mengekor di peringkat bawah punya alasan kuat untuk lebih agresif merebut pembeli.
Momentum semester pertama berpotensi membantu Samsung mempertahankan kinerja positif hingga paruh kedua 2026. Namun persaingan dengan Apple dan produsen smartphone China diprediksi tetap ketat.
Apple umumnya mengandalkan peluncuran iPhone generasi baru pada kuartal keempat untuk mendongkrak penjualan. Sementara Xiaomi, Oppo, dan Vivo terus memperkuat lini produk menengah dan bawah di berbagai pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Bagi calon pembeli, posisi Samsung di puncak pasar tidak otomatis berarti produknya selalu paling tepat. Bandingkan tetap spesifikasi, harga, dan dukungan purnajual di Indonesia sebelum memutuskan, karena selisih pangsa pasar satu poin menunjukkan persaingan yang belum menemukan pemenang mutlak.