SUMATERA SELATAN — Sistem imun bayi yang belum sempurna membuat setiap droplet dari mulut orang dewasa berisiko masuk ke tubuh si Kecil. Dokter spesialis anak dr. Miske Marsogi, Sp.A. mengingatkan kebiasaan meniup makanan bisa memindahkan bakteri dan virus berbahaya. Simak penjelasan lengkap dan cara aman mendinginkan makanan anak.
Saat menyuapi si Kecil, ibu mungkin refleks meniup makanan agar suhunya turun. Kebiasaan ini terlihat sepele, tapi dr. Miske Marsogi, Sp.A. dari KS Women and Children Clinic mengingatkan ada risiko kesehatan yang mengintai.
Peringatan tersebut disampaikan dr. Miske melalui unggahan di Kanal YouTube Kehamilan Sehat. Ada tiga hal penting yang perlu ibu pahami soal kebiasaan ini.
Saat ibu meniup makanan, udara yang keluar dari mulut membawa droplet berisi mikroorganisme dari air liur. Partikel ini kemudian menempel di permukaan makanan dan masuk ke tubuh anak saat disuapkan.
Menurut dr. Miske, bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan bisa ikut berpindah lewat droplet tersebut. Risiko serupa juga muncul dari kebiasaan berbagi sendok atau peralatan makan dengan anak.
Sistem kekebalan bayi dan anak masih dalam tahap perkembangan. Paparan bakteri atau virus dari orang dewasa di sekitarnya sebaiknya diminimalkan agar tubuh si Kecil tidak kewalahan melawan kuman.
Bakteri Streptococcus mutans yang hidup di mulut orang dewasa bisa berpindah ke mulut anak melalui air liur. Bakteri ini mengubah sisa makanan menjadi asam yang mengikis permukaan gigi.
Asam tersebut lama-kelamaan merusak enamel dan memicu terbentuknya plak. Gigi susu tetap rentan mengalami kerusakan sejak awal pertumbuhannya, jadi kebiasaan yang memindahkan air liur orangtua ke mulut anak sebaiknya dihindari.
Meniup makanan bukan satu-satunya jalur perpindahan. Mencium anak langsung di area mulut atau menggunakan sendok yang sama juga membuka peluang serupa.
Makanan yang baru matang tidak harus ditiup supaya cepat dingin. Ada beberapa cara yang lebih higienis dan tetap praktis dilakukan:
Ibu juga bisa menyiapkan makanan lebih awal supaya ada jeda waktu sebelum jam makan si Kecil. Dengan begitu, tidak ada lagi dorongan untuk meniup makanan secara langsung.
Bayi di bawah 6 bulan dan anak dengan kondisi imun lemah paling rentan terhadap infeksi dari droplet. Jika anak menunjukkan gejala demam, batuk, atau rewel berkepanjangan setelah makan, segera konsultasikan ke dokter.
Menjaga kebersihan alat makan dan menghindari berbagi sendok menjadi langkah pencegahan yang sederhana namun berdampak besar. Orangtua dan pengasuh sebaiknya menerapkan aturan yang sama di rumah.
Mengubah kebiasaan meniup makanan memang butuh penyesuaian. Tapi langkah kecil ini membantu melindungi si Kecil dari bakteri yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.