Bulog Diminta Pasok Beras Premium ke Ritel Modern, Stok CBP 4,6 Juta Ton

Penulis: Fauzan Akbar  •  Senin, 21 September 2026 | 09:38:30 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman meminta Bulog mengoptimalkan pasokan beras premium ke ritel modern.

SUMATERA SELATAN — Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran beras premium ke jaringan ritel modern guna memperkuat pasokan di pasar. Permintaan itu muncul setelah pemerintah melakukan pengawasan terhadap sejumlah produk beras fortifikasi. Stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog per 18 September 2026 tercatat sekitar 4,6 juta ton.

Amran, yang juga menjabat Menteri Pertanian, menegaskan bahwa pasokan beras premium harus dipastikan menjangkau masyarakat luas. Ia secara khusus meminta Bulog mengoptimalkan suplai ke toko-toko ritel modern.

"Ketersediaan beras premium harus dipastikan menjangkau masyarakat, terutama setelah pemerintah melakukan pengawasan terhadap sejumlah produk beras fortifikasi," kata Amran.

"Beras premium, kami minta Bulog optimalkan suplai ke toko-toko ritel modern," lanjutnya.

Stok CBP Capai 4,6 Juta Ton per 18 September

Dari sisi cadangan, Amran memastikan pasokan beras nasional tetap aman. Pemerintah terus memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP), penyaluran beras premium, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Per 18 September 2026, stok CBP yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,6 juta ton. Sepanjang tahun berjalan hingga pertengahan September, penyaluran CBP tercatat sekitar 2,3 juta ton.

Angka tersebut menunjukkan Bulog masih memegang buffer stock dalam jumlah besar. Namun, penyaluran ke pasar ritel modern dinilai perlu digenjot agar tidak menumpuk di gudang.

Mengapa Ritel Modern Jadi Prioritas

Ritel modern seperti supermarket dan minimarket menjadi kanal utama bagi konsumen kelas menengah yang mencari beras premium. Pengawasan terhadap produk beras fortifikasi membuat sebagian produk ditarik dari peredaran, sehingga pasokan di rak ritel berpotensi kosong.

Bulog diminta mengisi celah tersebut dengan stok beras premium yang dimilikinya. Langkah ini sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Program SPHP yang dijalankan pemerintah juga menyasar pasar tradisional. Kombinasi keduanya diharapkan menjaga keseimbangan antara pasokan premium di ritel modern dan beras medium bersubsidi di pasar rakyat.

Jaga Stabilitas Harga Jelang Akhir Tahun

Permintaan Bapanas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga inflasi pangan tetap terkendali. Cadangan beras yang tebal memberi ruang bagi Bulog untuk mengintervensi pasar bila terjadi gejolak harga.

Dengan stok CBP 4,6 juta ton, Bulog memiliki modal cukup untuk memenuhi permintaan ritel modern tanpa mengganggu penyaluran SPHP. Yang menjadi pekerjaan rumah adalah memastikan distribusi berjalan cepat sebelum permintaan musiman meningkat.

Peran Bulog sebagai operator pangan negara kembali diuji: bukan hanya menjaga stok, tetapi memastikan beras sampai ke rak-rak ritel modern tepat waktu.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top