PLTU Banjarsari Suplai 30.000 Liter Air Bersih per Hari untuk Warga Lahat yang Kekeringan

Penulis: Rizal Fikri  •  Sabtu, 19 September 2026 | 15:32:02 WIB

PLTU Banjarsari mengerahkan armada mobil tangki untuk menyalurkan air bersih gratis bagi warga Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang terdampak kekeringan. Pada puncak musim kemarau 2026, volume air yang disalurkan mencapai 30.000 liter per hari mengikuti tingginya permintaan warga. Program distribusi air bersih ini telah menjadi agenda rutin perusahaan sejak PLTU mulai beroperasi.

LAHAT — EVP PLTU Banjarsari Putut Dwidjoseno melalui Spesialis Keamanan, CSR, dan Umum Tommy Sahara menyampaikan bahwa program distribusi air bersih telah berjalan sejak awal operasional pembangkit. Pada kondisi cuaca normal, bantuan air disalurkan untuk kebutuhan fasilitas umum, rumah ibadah, hingga acara warga.

Permintaan Air Melonjak Sejak Juli 2026

Memasuki musim kemarau, intensitas permintaan bantuan air meningkat tajam. Lonjakan itu terjadi sejak Juli dan Agustus 2026.

"Memasuki musim kemarau, intensitas permintaan bantuan air meningkat tajam, seperti yang terjadi sejak Juli dan Agustus 2026. Mobil tangki berkapasitas 5.000 liter bisa beroperasi 3 hingga 6 kali dalam sehari untuk mendistribusikan air bersih kepada warga sekitar," kata Tommy di Lahat, Jumat (19/9).

Dengan kapasitas 5.000 liter per tangki dan operasional 3 hingga 6 kali sehari, volume penyaluran air bersih dapat menyentuh 30.000 liter dalam sehari. Angka itu muncul pada periode puncak musim kemarau 2026.

Sekolah dan Fasilitas Publik Jadi Prioritas

Selain permukiman warga, penyaluran air bersih diprioritaskan untuk fasilitas publik dan lembaga pendidikan yang mengalami kendala operasional akibat kekeringan sumur.

SDN 10 Merapi Timur termasuk sekolah yang terdampak. Kepala SDN 10 Merapi Timur Herlina mengonfirmasi bahwa sumur sekolah mengering selama musim kemarau sehingga kegiatan belajar mengajar sempat terganggu.

"Kami mengajukan permohonan bantuan kepada PLTU Banjarsari agar pengiriman air bersih dapat dilakukan secara rutin sehingga aktivitas di sekolah tidak terganggu," kata Herlina.

Layanan Gratis di Tengah Keterbatasan Peralatan

PLTU Banjarsari mengakui menghadapi keterbatasan peralatan dalam menjalankan program ini. Meski begitu, perusahaan tetap menyesuaikan pengiriman air dengan kebutuhan operasional pembangkit.

"Meskipun menghadapi keterbatasan peralatan dan harus menyesuaikan dengan kebutuhan operasional pembangkit, kami terus berupaya membantu masyarakat. Layanan ini sepenuhnya gratis," ujar Tommy.

Distribusi air bersih gratis menjadi andalan warga Lahat saat sumur-sumur mengering. Mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk menjangkau permukiman, rumah ibadah, fasilitas umum, dan sekolah yang kesulitan air.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top