SUMATERA SELATAN — Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) memastikan program naturalisasi pemain akan terus berjalan tanpa batasan jumlah. Keputusan ini diambil setelah tiga pemain naturalisasi asal Brasil membawa The Golden Star menjuarai Piala AFF 2026.
Wakil Presiden VFF, Tran Anh Tu, menegaskan pihaknya tidak akan menetapkan kuota spesifik untuk pemain naturalisasi yang memperkuat Timnas Vietnam. Skema yang dipakai adalah seorang pemain bisa masuk skuad jika sudah menetap lima tahun di negara tersebut.
Kebijakan ini muncul setelah Vietnam menutup Piala AFF 2026 dengan gelar juara. Tiga pemain naturalisasi asal Brasil menjadi bagian penting dari kesuksesan itu.
Nguyen Xuan Son, Do Hoang Hen, dan Nguyen Tai Loc disebut sebagai pemain naturalisasi yang terbukti memberi hasil manis bagi Vietnam. Ketiganya berperan langsung dalam perjalanan The Golden Star meraih trofi.
Keberhasilan itu membuat VFF tak ragu melanjutkan program serupa. Skema lima tahun menetap tetap jadi syarat utama sebelum seorang pemain bisa memperkuat tim nasional.
Tran Anh Tu menyatakan VFF tidak akan menentukan siapa pemain yang harus dipanggil. Semua diserahkan ke pelatih kepala dengan pertimbangan gaya permainan dan identitas tim Vietnam.
"VFF tidak menetapkan batasan, ataupun menentukan jumlah spesifik pemain naturalisasi yang harus dipanggil," kata Tran Anh Tu, dikutip dari VNExpress.
"Ada banyak pemain naturalisasi yang tersedia, namun keputusan mengenai siapa yang akan dipanggil berada di tangan pelatih kepala. Ia akan mempertimbangkan pemain yang sesuai dengan gaya permainan tim dan identitas Vietnam," ujarnya menambahkan.
Liga Vietnam atau V.League 1 saat ini dihuni banyak pemain asal Amerika Latin. Dari sana, Vietnam punya dua pemain naturalisasi potensial yang sedang dipantau.
Keduanya adalah bek tengah asal Brasil dan striker asal Nigeria. Namun, keduanya belum memenuhi syarat kelayakan berdasarkan aturan domisili FIFA dan baru bisa dipanggil pada 2027.
Dengan stok pemain yang tersedia, VFF memilih tidak membatasi jumlah naturalisasi. Fokusnya kini pada kecocokan pemain dengan identitas permainan tim, bukan pada berapa banyak nama yang masuk skuad.