SUMATERA SELATAN — Penyelenggara menilai target tersebut realistis melihat tren pertumbuhan dua tahun terakhir. Pada 2024, dampak ekonomi MotoGP Mandalika berada di kisaran Rp4,2 triliun, lalu naik menjadi sekitar Rp4,9 triliun pada 2025.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, menyatakan optimisme itu salah satunya bersandar pada perkembangan penjualan tiket serta pemesanan hotel dan akomodasi menjelang balapan.
Troy menegaskan angka resmi dampak ekonomi 2026 tidak bisa dipastikan sekarang. Penghitungan baru dilakukan setelah gelaran selesai.
Proyeksi Rp5 triliun merujuk pada studi dampak ekonomi yang disusun LETMI ITB dan dipublikasikan ITDC untuk edisi 2025.
Studi yang sama mencatat sejumlah indikator ekonomi MotoGP Mandalika 2025. Selain jumlah penonton, okupansi hotel di kawasan Mandalika menembus 100 persen.
Rata-rata okupansi hotel di Pulau Lombok mencapai 93 persen, sedangkan Kota Mataram 90 persen. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di dalam sirkuit.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menyebut MotoGP punya arti lebih luas daripada sekadar kompetisi motorsport.
"Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya tentang balapan. Ajang ini membawa perhatian dunia ke Indonesia dan menjadi momentum untuk mendorong pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk UMKM dan pelaku usaha lokal di Mandalika dan Lombok," ujar Arya dalam rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Rangkaian menuju Mandalika kembali digelar Pertamina lewat nonton bareng MotoGP San Marino di Grha Pertamina, Jakarta, Minggu (13/9/2026). Ini menjadi nobar kedua dalam rangkaian tersebut.
Sebanyak 15 komunitas motor mengikuti riding bersama sebelum menyaksikan balapan. Pertamina sekaligus meluncurkan TVC Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
"Dari lintasan balap, dampaknya bisa menjangkau jauh lebih luas. Inilah yang ingin terus kami dorong, bagaimana momentum MotoGP dapat memberikan multiplier effect dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat maupun Indonesia," kata Arya.
Selain angka ekonomi, penyelenggaraan MotoGP menjadi bagian upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
Pertamina berharap gelaran tidak hanya menarik penonton ke sirkuit, tetapi juga mendorong wisatawan menghabiskan waktu dan uang di berbagai sektor ekonomi sekitar Mandalika dan Lombok.