SUMATERA SELATAN — Selain The Changcuters, panggung festival ini juga diramaikan Bernadya, for Revenge X TP, Perunggu, Onemorelight, dan Polaroid. Kombinasi musisi lintas generasi menjadi ciri gelaran tahun ketiga tersebut.
Bassis The Changcuters, Dipa Nandastyra Hasibuan, memastikan grupnya sudah menyiapkan penampilan maksimal. Ia menyebut Paradic Fest Volume 3 sebagai ajang memperkenalkan karya terbaru langsung kepada penikmat musik Malang.
"Ini spesial buat Paradic Fest 3 di Malang. Malam ini kami bawakan lagu-lagu baru dari album terbaru kami. Mudah-mudahan bisa diterima oleh teman-teman yang ada di Malang," ujar Dipa saat konferensi pers bersama media, Minggu (13/9/2026).
Album tersebut punya arti tersendiri bagi perjalanan band yang terbentuk di Bandung pada 19 September 2004 itu. Setelah enam album dikerjakan bersama Sony Music, The Changcuters memilih kembali independen dengan memproduksi karya melalui studio dan label sendiri.
"Album ini sangat berkesan buat kami karena kami kembali ke independen setelah enam album kami sebelumnya bekerja sama dengan Sony Music," jelasnya.
Sejumlah lagu dalam album anyar itu lahir dari pengalaman para personel selama sekitar dua dekade berkarya. Materi yang dihadirkan pun terasa lebih personal dan menggambarkan fase kehidupan yang mereka jalani.
Dipa berharap lagu-lagu baru tersebut diterima pendengar dari berbagai generasi. Ia bahkan membayangkan generasi muda yang mendengarkannya kini bisa menemukan kedekatan emosional saat kelak berada di fase kehidupan yang sama.
Perwakilan penyelenggara dari Alumni UIN Malang, Fahmi Eksa Sagita, menyebut kehadiran The Changcuters sebagai momentum penting gelaran tahun ketiga. Paradic Fest sebelumnya mengangkat tema mental health, sementara tahun ini konsepnya lebih diarahkan pada ruang hiburan dan kebersamaan.
"Konsep awal kami itu ingin eksplor diri. Tahun lalu kami mengambil tema tentang mental health, kali ini kami ingin semua bersenang-senang. Kami memilih line up ini sekitar tujuh bulan sebelum acara agar bisa diterima semua segmentasi," ungkapnya.
Pemilihan line up dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman karakter penonton. Tujuannya agar Paradic Fest Volume 3 menjadi ruang hiburan bagi berbagai kelompok usia.
Festival ini juga mendapat dukungan Gaung Merah yang memperkuat konsep pertunjukan musik lintas generasi. Perwakilan Gaung Merah, Guntur Pramanda, menilai kehadiran The Changcuters sesuai dengan konsep festival yang mengedepankan apresiasi karya musik bernilai dan tahan lama.
"Gaung Merah ini memang merupakan platform untuk mengapresiasi karya musik yang memang melegenda. Jadi ketika ada The Changcuters di festival musik ini, tentu ini akan sangat cocok. Semoga festival ini juga melegenda," pungkasnya.
Perpaduan musisi lintas generasi dan materi baru The Changcuters membuat Paradic Fest Volume 3 menjadi salah satu pertunjukan musik yang dinantikan penikmat musik di Kota Malang.