SUMATERA SELATAN — Pernyataan itu disampaikan Pramono menanggapi pertanyaan soal rencana kehadirannya di laga panas yang mempertemukan dua klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia tersebut. Ia tidak menyebut secara spesifik stadion mana yang diinginkan, hanya menegaskan faktor lokasi jadi penentu.
Sebagai kepala daerah, Pramono punya kepentingan langsung terhadap laga yang berpotensi mendatangkan ribuan suporter dari luar kota. Kehadiran Gubernur di stadion biasanya juga terkait koordinasi keamanan dan kesiapan fasilitas.
Pramono tidak membeberkan apakah ada pembicaraan khusus dengan pihak penyelenggara atau klub soal venue. Ia hanya menyebut akan menonton jika pertandingan digelar di wilayah yang dipimpinnya.
Sampai sekarang, lokasi penyelenggaraan Persija vs Persib belum dipastikan. Pramono menegaskan bahwa pengumuman resmi ada di tangan penyelenggara, bukan di ranah pemerintah daerah.
Ketidakpastian venue ini bukan hal baru dalam duel El Clasico Indonesia. Faktor keamanan, kapasitas stadion, dan kesiapan panitia kerap jadi pertimbangan sebelum lokasi final ditetapkan.
Jika laga digelar di Jakarta, dampaknya tidak hanya soal kehadiran penonton. Sektor transportasi, penginapan, dan UMKM di sekitar stadion biasanya ikut terdampak positif.
Namun ada pula beban tambahan bagi aparat keamanan. Laga Persija vs Persib dikenal berisiko tinggi karena sejarah panjang rivalitas kedua suporter.
Pernyataan Pramono menambah daftar panjang dinamika jelang laga yang selalu dinanti penggemar sepak bola nasional. Kepastian venue menjadi informasi paling ditunggu, baik oleh suporter Persija maupun Persib.