SUMATERA SELATAN — Kabupaten Kulon Progo kini menjelma sebagai gerbang utama wisatawan yang datang ke Yogyakarta, terutama sejak Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) beroperasi. Wilayah ini menawarkan transisi yang mulus dari kemodernan infrastruktur bandara menuju ketenangan alam pedesaan yang masih asri. Berikut tujuh desa wisata pilihan yang bisa jadi referensi liburanmu.
Desa Wisata Purwosari berlokasi di Perbukitan Menoreh, Kecamatan Girimulyo. Tempat ini menjadi pilihan tepat bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman menginap mewah di alam terbuka atau glamping.
Pemandangan lembah hijau yang luas serta udara sejuk pegunungan jadi daya tarik utamanya. Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain berjalan-jalan menyusuri persawahan teresering dan mengenal program pemberdayaan masyarakat setempat yang berkelanjutan.
Beralih ke Kecamatan Kalibawang, ada Desa Wisata Banjaroya yang terkenal sebagai sentra agrowisata durian. Salah satu varietas unggulannya adalah Durian Menoreh Kuning yang punya cita rasa khas.
Wisatawan bisa menikmati buah segar langsung dari kebunnya, menyaksikan panorama aliran Sungai Progo dari ketinggian bukit, hingga mencoba aktivitas susur sungai. Ada juga edukasi pertanian organik yang bisa diikuti bersama petani setempat.
Desa Wisata Jatimulyo menyimpan pesona alam yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Suasana pedesaannya yang tenang menawarkan pengalaman liburan yang berbeda dari hiruk-pikuk kota.
Desa ini menjadi bukti bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat mampu menciptakan kawasan wisata yang bersih serta ramah lingkungan. Tempat ini cocok untuk wisatawan yang mencari ketenangan dan ingin berinteraksi dengan kearifan lokal.
Keberadaan Bandara YIA di kawasan pesisir Temon ternyata mendorong pengembangan desa wisata di sekitarnya. Pemerintah daerah mendedikasikan zona ini sebagai area penyambutan wisatawan yang ramah lingkungan.
Perpaduan antara kemajuan infrastruktur penerbangan kelas dunia dengan pelestarian alam terbukti menarik minat pengunjung. Banyak pelancong yang mendambakan suasana hijau menyegarkan langsung setelah mendarat di Yogyakarta.
Selain pemandangan alam, desa-desa wisata di Kulon Progo juga menyimpan kekayaan kuliner dan tradisi. Masyarakat setempat dengan ramah akan menyambut wisatawan yang datang berkunjung.
Pengalaman otentik seperti mencicipi makanan khas pedesaan atau belajar mengolah hasil bumi menjadi nilai tambah tersendiri. Ini adalah cara terbaik untuk mendukung ekonomi kerakyatan sekaligus melestarikan budaya setempat.
Salah satu keunggulan utama desa wisata di Kulon Progo adalah aksesnya yang strategis. Wilayah ini berada di jalur perlintasan yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain dekat dengan bandara, kawasan ini juga mudah dijangkau dari pusat kota Yogyakarta. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum untuk mencapai destinasi-destinasi wisata tersebut.
Perkembangan desa wisata di Kulon Progo tidak hanya menguntungkan wisatawan, tetapi juga warga sekitar. Sektor pariwisata yang tumbuh membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Program pemberdayaan yang dijalankan membuat masyarakat mandiri dalam mengelola potensi desanya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan di daerah.
Deretan desa wisata tersebut membuktikan bahwa Kulon Progo punya banyak permata tersembunyi yang layak dieksplorasi. Jadi, sudah siapkah kamu memasukkan destinasi ini ke dalam rencana liburan akhir pekanmu?