EMPAT LAWANG — Ratusan petani di Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, kini bisa bernapas lega. Dinas Pertanian setempat memastikan akan turun langsung meninjau lahan persawahan yang mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, mengatakan peninjauan lapangan diperlukan untuk memverifikasi kondisi tanaman dan mengukur tingkat kerusakan lahan sebelum pemerintah memutuskan skema bantuan.
"Dalam kondisi kekeringan saat ini, tidak mungkin juga menggantikan jenis tanaman. Nanti kita tanya dulu ke PPL di sana, dan akan meninjau dulu kondisinya bagaimana," kata Hendra kepada wartawan, Kamis (7/11/2024).
Dinas Pertanian akan berkoordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di wilayah tersebut. Para penyuluh ini diminta mendata secara rinci luas lahan terdampak serta jumlah petani yang tanamannya dipastikan rusak.
Langkah ini dinilai penting. Sebab, data dari PPL akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan apakah lahan tersebut masih bisa diselamatkan atau sudah masuk kategori gagal panen total.
Bagi petani yang tanamannya dipastikan gagal panen, Hendra menyebut ada kabar baik. Mereka diperbolehkan mengajukan proposal usulan penggantian bibit kepada pemerintah daerah.
"Petani bisa mengajukan proposal usulan penggantian bibit akibat gagal panen," ujarnya.
Bantuan bibit baru ini diharapkan menjadi modal awal bagi petani untuk kembali bercocok tanam. Namun, pencairan bantuan tidak bisa dilakukan sembarangan. Prosesnya tetap menunggu hasil verifikasi lapangan dan rekomendasi dari PPL setempat.
Kondisi kekeringan di Desa Gunung Meraksa Baru bukan persoalan baru. Sebelumnya, sejumlah petani di wilayah itu sudah melaporkan bahwa tanaman padi mereka tidak tumbuh optimal.
Daun padi menguning, tanah retak, dan sebagian petak sawah bahkan tidak bisa ditanami sama sekali. Jika musim kemarau masih berlanjut, bukan tidak mungkin luas lahan gagal panen akan bertambah.
Dinas Pertanian berjanji akan mempercepat proses peninjauan agar bantuan bisa segera disalurkan sebelum musim tanam berikutnya tiba. Petani diharapkan tetap melaporkan kondisi lahannya melalui PPL masing-masing agar pendataan berjalan akurat.