SUMATERA SELATAN — Penyaluran BLT Kesra 2025 resmi berakhir pada Desember 2025. Program ini menyasar keluarga berpendapatan rendah yang terdaftar dalam desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan total bantuan Rp 900.000 yang dicairkan bertahap untuk tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai keberlanjutan program ini di tahun 2026. Masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan disarankan memantau kanal resmi Kementerian Sosial untuk informasi terbaru.
Program ini dirancang untuk warga berpenghasilan rendah yang masuk dalam kategori desil 1-4 DTSEN. Pemerintah memperkirakan 35 juta KPM yang menerima bantuan ini mencakup sekitar 140 juta jiwa, dengan asumsi satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak.
Ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi calon penerima:
Warga bisa memeriksa apakah namanya terdaftar sebagai penerima bansos melalui dua kanal resmi yang disediakan pemerintah. Pengecekan mandiri ini penting dilakukan agar tidak ketinggalan informasi.
Berikut langkah-langkahnya:
Buka laman cekbansos.kemensos.go.id melalui peramban di ponsel atau komputer. Lengkapi kolom wilayah mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan sesuai data di KTP.
Ketik nama lengkap sesuai KTP, masukkan kode verifikasi atau captcha, lalu klik tombol "Cari Data". Sistem akan menampilkan status penerimaan, termasuk jenis bantuan dan periode penyaluran.
Unduh aplikasi "Cek Bansos" resmi Kementerian Sosial dari Google Play Store atau App Store. Buat akun baru jika belum terdaftar, atau langsung login bagi yang sudah memiliki akun.
Pilih menu "Cek Bansos", masukkan data tempat tinggal dan nama lengkap sesuai KTP. Setelah verifikasi data, klik "Cari Data" untuk melihat informasi penerimaan bantuan.
Sepanjang 2025, BLT Kesra disalurkan melalui dua jalur utama: perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang meliputi BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, serta PT Pos Indonesia untuk menjangkau 35 juta KPM di seluruh Indonesia.
Penerima dengan rekening Bank Himbara menerima transfer dana langsung sebesar Rp 900.000 yang bisa ditarik melalui ATM atau teller bank dengan membawa Kartu KKS dan KTP asli. Sementara itu, KPM tanpa rekening bank aktif atau yang tinggal di daerah terpencil mendapat surat undangan pencairan dari petugas desa atau kurir PT Pos, dan dapat mengambil dana di Kantor Pos terdekat.
Masyarakat yang ingin memastikan statusnya sebagai penerima bansos di periode mendatang dapat menghubungi pendamping sosial di wilayah masing-masing atau mengakses laman resmi Kemensos. Waspadai pihak yang mengatasnamakan petugas dan meminta sejumlah uang untuk pengurusan bantuan—seluruh proses pengecekan dan pencairan tidak dipungut biaya apa pun.