Menyusuri Pasar Malam di Palembang: Panduan Lokasi, Waktu Kunjungan, dan Ragam Kulinernya

Penulis: Redaksi  •  Senin, 07 September 2026 | 15:32:32 WIB
Suasana malam di kawasan kuliner Palembang terlihat ramai dikunjungi warga untuk menikmati beragam jajanan lokal.

PALEMBANG — Jauh dari sekadar tempat membeli makanan setelah gelap, pasar malam di Palembang menjelma menjadi ruang di mana kota memperlihatkan keramahannya. Lapak-lapak UMKM mulai menyala, aroma pempek dan makanan bakar berbaur dengan obrolan warga, sementara tepian Sungai Musi berubah menjadi titik kumpul keluarga dan anak muda.

Bagi mereka yang mendambakan suasana lokal, pengalaman di pasar malam terasa lebih personal dibanding pusat perbelanjaan. Interaksinya lebih dekat, pilihan jajanannya lebih beragam, dan denyut kehidupannya terasa lebih otentik. Menariknya, istilah pasar malam di kota ini tidak merujuk pada satu lokasi permanen; ada yang bersifat temporer dengan wahana permainan, ada sentra kuliner yang buka setiap malam, hingga kawasan car free night yang hidup di akhir pekan.

Karena jadwal kegiatan bisa berubah mengikuti program pemerintah atau kondisi lapangan, menyimak informasi terbaru menjadi kunci sebelum berangkat. Berikut uraian lengkapnya.

Memahami Karakter Pasar Malam di Palembang

Berbeda dengan pasar tradisional yang beroperasi seharian, pasar malam umumnya mulai ramai selepas sore hingga malam. Bentuknya beragam: deretan pedagang kaki lima, sentra UMKM, acara hiburan sementara, hingga ruas jalan yang ditutup untuk kendaraan. Perkembangan wisata malam di Palembang menunjukkan kuliner dan ruang publik semakin menyatu, dengan kawasan Jembatan Ampera, Pasar 16 Ilir, Sungai Musi, hingga Jalan Kolonel Atmo menjadi bagian dari ekosistem aktivitas malam kota.

Sejumlah karakter yang biasanya ditemukan meliputi jajanan dengan harga terjangkau, makanan khas Palembang, pedagang UMKM lokal, wahana permainan pada acara temporer, area duduk publik, serta pertunjukan jalanan pada momen tertentu. Kombinasi inilah yang membuat pasar malam cocok untuk agenda santai: bersantap, berjalan kaki, berburu foto, atau sekadar merasakan denyut kota pasca jam kerja.

Lokasi Pasar Malam yang Sedang Ramai Dikunjungi

Tidak semua lokasi menawarkan format yang sama. Sebagian lebih fokus pada kuliner, sementara lainnya menarik bagi keluarga atau pencari aktivitas akhir pekan.

Pasar Malam Sematang Borang: Hiburan Keluarga dengan Wahana

Pada Juli 2026, Jalan Ki Atmaja, Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni menjadi pusat perhatian. RRI melaporkan pasar malam di sana menghadirkan wahana seperti kora-kora dan bianglala dengan tiket sekitar Rp10.000-Rp20.000. Adapun pilihan kuliner yang tersedia dibanderol mulai Rp5.000 hingga Rp35.000.

Format ini berbeda dari sentra kuliner permanen. Daya tarik utamanya justru pada perpaduan makanan, permainan, dan keramaian warga. Bagi keluarga dengan anak, model pasar malam semacam ini lebih menarik karena kegiatannya tidak berpusat pada makanan semata.

Kawasan Sungai Sekanak Lambidaro: Pusat Jajanan Kekinian

Di belakang Palembang Indah Mall, kawasan Jembatan Sungai Sekanak Lambidaro tumbuh menjadi destinasi kuliner malam yang berkembang pada 2026. RRI memberitakan para pedagang mulai membuka lapak sekitar pukul 15.00 WIB, dengan jumlah pembeli yang meningkat pesat sekitar pukul 19.00 WIB. Aktivitas biasanya berlangsung hingga pukul 23.00 WIB dan semakin ramai di akhir pekan.

Pilihan makanannya beragam, mulai dari dimsum, kebab, lumpia, sempol ayam, bola-bola ayam, hingga jajanan kekinian lainnya. Lokasi ini merepresentasikan wajah baru kuliner malam Palembang: tidak selalu tradisional, tetapi juga inovasi UMKM lokal yang populer.

Lorong Basah dan Pasar 16 Ilir: Perpaduan Kuliner dan Sejarah

Bagi yang mencari suasana kuliner malam dekat kawasan perdagangan tradisional, Lorong Basah di sekitar Pasar 16 Ilir adalah pilihan tepat. Traveloka mencatat kawasan ini menawarkan pempek, tekwan, martabak, serta beragam makanan lain. Letaknya yang dekat dengan Pasar 16 Ilir dan Jembatan Ampera memudahkan pengunjung untuk menggabungkan beberapa aktivitas dalam satu rute perjalanan.

Rute yang praktis bisa dimulai dari Pasar 16 Ilir, lalu berburu makanan di Lorong Basah, berjalan menuju Jembatan Ampera, menikmati suasana Sungai Musi, dan mengakhiri perjalanan di Benteng Kuto Besak. Waktu terbaik untuk menyusuri rute ini adalah selepas sore, saat temperatur mulai turun dan lampu kota mulai menyala.

Car Free Night Kolonel Atmo: Ruang Publik Modern di Akhir Pekan

Alternatif lain bagi pencari suasana pasar malam yang lebih modern adalah Car Free Night. Sejak April 2026, kegiatan di Jalan Kolonel Atmo ini dilaporkan berlangsung setiap Sabtu pukul 17.30-23.30 WIB. Pengunjung mulai berdatangan sekitar pukul 18.30, dengan keramaian yang memuncak sekitar pukul 20.00, sebagaimana diberitakan RRI.

Konsepnya memang tidak sama persis dengan pasar malam tradisional, namun dari sisi pengalaman, elemennya serupa: jalan menjadi ruang publik, kuliner bermunculan, warga berjalan kaki, dan kegiatan rekreasi berlangsung di malam hari. Pemkot Palembang sebelumnya memang menyiapkan kawasan Kolonel Atmo sebagai pusat wisata malam yang menggabungkan kuliner, UMKM, dan atraksi seni.

Untuk kenyamanan, waktu terbaik adalah pukul 17.30-18.30 untuk mencari parkir dan melihat pedagang mulai aktif, atau 18.30-20.00 saat suasana hidup namun belum terlalu padat. Puncak keramaian terjadi pukul 20.00-22.00, sementara setelah pukul 22.00 pilihan lapak mulai berkurang. Perlu dicatat, jadwal ini adalah gambaran kegiatan yang dilaporkan pada 2026, bukan jaminan jam operasional permanen.

Pelataran Musi: Kuliner dengan Pemandangan Sungai

Bagi yang mengutamakan suasana, Pelataran Musi menjadi destinasi yang patut dipertimbangkan. Tempat ini dilaporkan menawarkan pemandangan Sungai Musi serta Jembatan Ampera dan Jembatan Musi VI. Pilihan makanannya mencakup soto, dimsum, bakmi, seblak, sate taichan, pindang, dan pempek. Kawasan ini juga dilengkapi hiburan musik dan photobooth, menjadikannya ideal untuk makan malam santai dengan nuansa sungai yang khas.

Pilihan Kuliner yang Wajib Dicoba

Kuliner memang menjadi alasan utama kunjungan. Untuk mencicipi makanan khas Palembang, pilihan seperti pempek, tekwan, model, pindang, mi celor, martabak Palembang, dan es kacang merah banyak ditemukan di kawasan Jembatan Ampera dan Pasar 16 Ilir, sebagaimana dicatat informasi pariwisata Indonesia. Sementara untuk jajanan santai seperti dimsum, kebab, lumpia, sempol, seblak, sate taichan, dan aneka minuman dingin, pengunjung bisa menemukannya dengan mudah di sentra UMKM malam yang berkembang di kawasan perkotaan.

Cara Menentukan Lokasi Sesuai Kebutuhan

Pemilihan lokasi akan lebih mudah jika kebutuhan sudah ditentukan sejak awal. Untuk keluarga dengan anak, pilih pasar malam yang memiliki wahana permainan seperti kegiatan Sematang Borang yang menawarkan bianglala dan kora-kora. Pencinta kuliner sebaiknya mengarah ke Lorong Basah, Sekanak Lambidaro, atau Pelataran Musi. Sementara untuk fotografi, kawasan Sungai Musi dan Jembatan Ampera memberikan latar yang kuat dengan lampu jembatan dan pantulan cahaya di permukaan air. Adapun untuk nongkrong bersama teman, Car Free Night Kolonel Atmo lebih menarik karena memadukan jalan kaki, kuliner, dan ruang berkumpul.

Tips Agar Kunjungan Tidak Salah Waktu

Karena sebagian kegiatan bersifat temporer, persiapan sederhana bisa menghindarkan perjalanan sia-sia. Periksa jadwal pada hari keberangkatan karena pasar malam dengan wahana tidak selalu berlangsung setiap hari, dan car free night dapat berubah karena agenda pemerintah atau cuaca. Datanglah sebelum puncak keramaian, sekitar pukul 18.00-19.00, untuk ruang gerak yang lebih leluasa. Siapkan uang tunai pecahan karena tidak semua pedagang menyediakan pembayaran digital. Gunakan alas kaki yang nyaman karena berburu kuliner malam berarti berjalan cukup jauh. Terakhir, jaga barang pribadi karena keramaian menuntut perhatian ekstra terhadap tas, ponsel, dan barang berharga.

Contoh Itinerary Satu Malam di Palembang

Rute satu malam dapat disusun tanpa berpindah terlalu jauh. Mulai pukul 16.30-17.30 di Pasar 16 Ilir, lalu lanjut berburu kuliner di Lorong Basah hingga pukul 19.00. Setelah itu, bergerak menuju kawasan Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak untuk menikmati suasana Sungai Musi hingga pukul 21.00. Malam bisa diakhiri dengan mengunjungi sentra kuliner malam atau kawasan yang sedang mengadakan kegiatan. Rute ini menggabungkan perdagangan, kuliner, sejarah, dan panorama kota dalam satu malam.

Apa yang Terjadi Selanjutnya? Arah Perkembangan Wisata Malam

Melihat tren yang ada, perkembangan wisata malam Palembang menunjukkan arah yang semakin beragam. Pemerintah terus mendorong kawasan seperti Kolonel Atmo menjadi pusat kegiatan, sementara sentra-sentra kuliner baru bermunculan di berbagai titik. Bagi pengunjung, kuncinya adalah selalu memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat karena jadwal dapat berubah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada pasar malam setiap hari di Palembang? Tidak semua kegiatan pasar malam berlangsung setiap hari. Ada sentra kuliner yang aktif rutin, sedangkan pasar malam dengan wahana dan acara khusus bersifat sementara.

Di mana tempat kuliner malam yang ramai? Kawasan Lorong Basah/Pasar 16 Ilir, Sungai Sekanak Lambidaro, Pelataran Musi, serta kawasan tertentu di sekitar Sungai Musi merupakan beberapa pilihan yang tercatat aktif dalam sumber terbaru.

Kapan waktu terbaik datang? Sekitar pukul 18.00-20.00 umumnya cocok untuk menikmati suasana malam sebelum keramaian mencapai puncak.

Apakah pasar malam cocok untuk keluarga? Cocok, terutama kegiatan yang menyediakan wahana permainan. Pasar malam Sematang Borang pada 2026, misalnya, menawarkan bianglala dan kora-kora.

Malam di Palembang tidak berhenti ketika toko-toko mulai tutup. Justru di antara cahaya Jembatan Ampera, aroma pempek, lapak UMKM, dan langkah warga yang memenuhi jalan, kota ini menemukan iramanya sendiri. Dengan memilih lokasi sesuai kebutuhan dan memeriksa jadwal terbaru, pasar malam di Palembang bisa menjadi pengalaman sederhana yang terasa sangat dekat dengan kehidupan kota.

Reporter: Redaksi
Back to top