PALEMBANG — Lanud Sri Mulyono Herlambang (Smh) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan menunjuk Danlanud Smh, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, sebagai Dansubsatgasops Udara wilayah Sumsel untuk tahun 2026.
Penunjukkan tersebut menjadikan Lanud Smh sebagai pusat komando (posko) bagi seluruh operasi udara yang terlibat dalam penanggulangan karhutla di provinsi ini.
Dalam arahannya, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya menyampaikan pesan tegas kepada seluruh personel Lanud, kru pesawat, serta operator yang bertugas. Aspek keselamatan penerbangan dan keselamatan kerja harus menjadi pertimbangan utama di setiap tahap pelaksanaan tugas.
“Utamakan keselamatan terbang dan kerja selama kegiatan ini berlangsung,” pesannya, Kamis (3/9/2026).
Instruksi ini menjadi dasar bagi seluruh elemen yang terlibat untuk menjalankan operasi secara profesional dan meminimalisir risiko di lapangan.
Dalam operasi kali ini, keterlibatan TNI Angkatan Udara dioptimalkan secara menyeluruh. Lanud Smh tidak bergerak sendiri, melainkan berkoordinasi erat dengan berbagai lembaga terkait.
Koordinasi tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh instansi terkait lainnya di Sumatera Selatan.
Sinergi antarlembaga ini dirancang untuk memastikan proses pemadaman dari udara berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.