Menteri PU Dody Hanggodo: Setiap Detik Berharga Saat Infrastruktur Lumpuh, Ini bagi Sumatera Selatan

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 02 September 2026 | 17:04:01 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi penanganan infrastruktur terdampak bencana di Sumatera Selatan.

Jakarta — Bagi masyarakat Sumatera Selatan, bencana alam kerap jadi ajang pembuktian nyata seberapa siap negara hadir. Jalan yang terputus, jembatan yang rubuh, atau pasokan air bersih yang terhenti selalu memunculkan pertanyaan besar soal kecepatan penyelamatan warga terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengingatkan bahwa kecepatan respons darurat infrastruktur bukan cuma soal capaian teknis, melainkan simbol nyata kehadiran negara bagi rakyat yang tertimpa bencana, tak terkecuali di Sumatera Selatan.

Bagi Dody, setiap detik jadi krusial begitu bencana memutus konektivitas suatu wilayah. Kementerian PU pun menerapkan protokol tanggap cepat yang mewajibkan tim balai teknis daerah, termasuk di sekitar Sumatera Selatan, bergerak ke lokasi kejadian dalam hitungan jam tanpa menunggu komando panjang dari pusat.

Dalam keterangannya, Dody memaparkan detail langkah tanggap darurat yang biasa diterapkan timnya, relevan pula bagi Sumatera Selatan: "Saat infrastruktur lumpuh, fokus utama kami adalah membuka isolasi wilayah. Tim bergerak cepat memasang jembatan bailey, mengerahkan alat berat untuk pembersihan material, serta memastikan akses logistik bantuan dan evakuasi warga dapat melintas," ujar Menteri PU Dody Hanggodo, Rabu (2/9/2026).

Selain fokus pada akses darat, pemulihan kebutuhan dasar korban bencana juga dikerjakan secara bersamaan. Air bersih dan sanitasi darurat langsung disalurkan ke titik-titik pengungsian agar krisis kesehatan lanjutan bisa dicegah, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.

Dody menuturkan pola kerja terbaru sudah mengintegrasikan tanggap darurat, mitigasi risiko, dan rekonstruksi pascabencana dalam satu rangkaian. Prinsip build back better dipakai agar infrastruktur baru, termasuk yang dibangun di Sumatera Selatan, punya ketahanan lebih baik menghadapi bencana mendatang.

Kendati demikian, Dody menyadari tantangan geografis Indonesia yang luas dan rawan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak sekaligus. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah termasuk Sumatera Selatan, TNI-Polri, dan masyarakat lokal jadi fondasi utama percepatan pemulihan.

Dengan komitmen respons cepat dan penanganan yang terukur, Kementerian PU terus berupaya memastikan konektivitas dan sarana vital segera kembali normal. Kecepatan tindakan ini jadi tolok ukur negara hadir sigap memulihkan kehidupan warga terdampak, termasuk di Sumatera Selatan.

Reporter: Redaksi
Back to top