SUMATERA SELATAN — Hasil imbang kontra Malaysia membuat Garuda Muda baru mengoleksi satu poin di Grup H. Dua laga tersisa melawan Laos sebagai tuan rumah dan Australia menjadi penentu nasib tim dalam kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Kemenangan atas Laos akan membawa Indonesia ke posisi empat poin. Jika kemudian mampu mengalahkan Australia, total poin menjadi tujuh — angka yang sangat realistis untuk melaju sebagai juara grup atau minimal masuk tujuh runner-up terbaik.
Skenario lain: menang atas Laos dan imbang lawan Australia memberi lima poin. Peluang tetap terbuka untuk finis di dua besar. Namun jika kalah dari Australia, posisi Indonesia bergantung pada hasil Malaysia dan perbandingan dengan runner-up grup lain.
Pelatih Nova Arianto mengakui laga melawan Laos tidak akan mudah. Ia menyoroti kualitas lawan yang punya kecepatan dan determinasi tinggi sebagai tuan rumah.
"Persiapan laga selanjutnya, kita sudah melihat Laos ya. Laos sebagai tuan rumah mempunyai daya juang yang sangat baik dari sisi kecepatan, dari kemauan, daya juang yang sangat baik. Itu menjadi catatan kami," ujar Nova.
Ia juga menegaskan perlunya perhitungan matang dalam menentukan pemain yang tampil. "Karena kita tahu hanya juara grup tujuan yang terbaik, termasuk point dengan tim terakhir yang di bawah yang tidak dihitung. Itu menjadi perhatian kami dalam kami menentukan pemain yang akan tampil," katanya.
Dalam format kualifikasi ini, delapan juara grup otomatis lolos dan tujuh runner-up terbaik menyusul. Hanya satu runner-up dari delapan grup yang bakal tersingkir. China sebagai tuan rumah sudah mengamankan tiket, sehingga total 16 tim berlaga di putaran final.
Karena itu, menang atas Laos dengan margin besar akan memperbaiki selisih gol Indonesia. Faktor itu bisa menjadi pembeda saat perhitungan runner-up terbaik antar grup pada akhir kualifikasi.