Bulog Targetkan Groundbreaking Pabrik Penggilingan Padi di Banyuasin September 2026, Ini Kapasitasnya
Penulis:
Rizal Fikri
•
Senin, 31 Agustus 2026 | 23:21:06 WIB
Bulog menargetkan groundbreaking pabrik penggilingan padi di Banyuasin, Sumatera Selatan, pada September 2026.
Perum Bulog menargetkan groundbreaking pabrik penggilingan padi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dimulai pada September 2026. Fasilitas dengan kapasitas giling empat ton beras per jam ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan 100 unit fasilitas pergudangan dan pengolahan pangan Bulog. Proses pembangunan masih menunggu balik nama sertifikat lahan hibah dari pemerintah daerah.
PALEMBANG — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) tengah menyiapkan pembangunan pabrik penggilingan padi di Kabupaten Banyuasin. Fasilitas ini masuk dalam program nasional pembangunan 100 unit fasilitas pergudangan dan pengolahan pangan Bulog pada 2026.
Untuk wilayah Sumsel, terdapat enam unit fasilitas pascapanen yang direncanakan. Tiga unit dibangun di atas lahan sendiri, tiga lainnya di lahan hibah dari pemerintah daerah.
Target September 2026: Bulog Kejar Penyelesaian Sertifikat Lahan
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan, mengatakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik di Banyuasin diupayakan menjadi yang pertama dilakukan di Sumatera Selatan.
"Insya Allah nanti di bulan September kita groundbreaking. Tergantung apakah Banyuasin ini cepat proses balik namanya sertifikatnya," katanya di Palembang, Senin.
Saat ini proses administrasi masih menunggu penyelesaian balik nama sertifikat lahan menjadi atas nama Bulog. Jika rampung sesuai target, pembangunan bisa segera dimulai.
Kapasitas Pabrik: Empat Ton Beras Per Jam dengan Silo 6.000 Ton
Pabrik penggilingan padi di Banyuasin dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar empat ton beras per jam. Fasilitas ini juga akan dilengkapi tiga unit silo dengan total kapasitas 6.000 ton serta gudang penyimpanan berkapasitas 1.000 ton.
"Di Banyuasin itu rencana dibangun mesin penggilingan tadi dengan kapasitas empat ton per jam, kemudian silonya 6.000 ton, ada tiga unit, masing-masing 2.000 ton, kemudian gudang 1.000 ton," jelas Ihsan.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat kemampuan Bulog mengolah gabah hasil penyerapan dari petani menjadi beras. Nantinya pabrik dapat menghasilkan beras medium maupun premium.
"Kalau misalnya itu berdiri pabriknya, kita tidak susah-susah lagi. Kalau misalnya berhasil, kita sudah ada pakai sendiri," ujarnya.
Lahan Hibah dari Tiga Kabupaten: Banyuasin Paling Luas
Perum Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, dan Empat Lawang telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) serta Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan untuk infrastruktur pascapanen.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menghibahkan lahan seluas 8,7 hektare. Muara Enim memberikan tiga hektare, dan Empat Lawang 1,5 hektare.
Fasilitas di Muara Enim dan Empat Lawang direncanakan berupa gudang penyimpanan beras. Sedangkan Banyuasin mendapat fasilitas lebih lengkap: gudang beras, alat pengering mekanis (dryer), dan pabrik penggilingan padi.
Groundbreaking Tidak Serentak, Tergantung Kesiapan Lahan
Ihsan mengatakan groundbreaking untuk seluruh fasilitas pascapanen di Sumsel tidak dilakukan bersamaan. Hal ini bergantung pada kesiapan lahan masing-masing daerah.
"Belum bisa serentak, tergantung daerahnya. Kalau misalnya lahannya sudah tidak ada masalah, karena uangnya itu urusan pusat semua. Kita hanya memantau pembangunannya," katanya.
Setelah pabrik beroperasi, Bulog tidak perlu lagi bergantung pada penggilingan pihak lain saat membutuhkan pengolahan gabah hasil pengadaan dalam negeri.
Reporter:Rizal Fikri
Sumber:sumsel.antaranews.comThis article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.