Suka Duka Parenting Anak 3 Tahun, Cerita Jennifer Coppen untuk Para Ibu

Penulis: Fauzan Akbar  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 21:25:07 WIB
Jennifer Coppen merayakan ulang tahun ketiga putrinya, Kamari, dengan membagikan potret hangat di media sosial.

SUMATERA SELATAN — Perayaan ulang tahun ketiga Kamari menjadi momen istimewa bagi keluarga Jennifer Coppen. Lewat unggahan di media sosial, sang bunda menunjukkan potret hangat putrinya yang kian besar, lengkap dengan senyum dan pose menggemaskan. Namun, bagi ibu mana pun, usia ini bukan hanya tentang foto-foto lucu—ada perjuangan tersendiri yang jarang terlihat.

Kenapa Usia 3 Tahun Terasa Berat tapi Indah

Di usia ini, anak mulai menunjukkan kemandirian. Mereka belajar berbicara lebih lancar, mengungkapkan keinginan, dan kerap menguji batas kesabaran orang tua. Kamari, seperti anak seusianya, pasti punya momen tantrum atau ngotot minta sesuatu. Ini wajar.

Menurut perkembangan psikologi anak, usia 3 tahun adalah masa transisi dari bayi ke balita. Emosi anak sedang berkembang pesat, tapi kemampuan mengontrolnya belum matang. Itulah mengapa ibu sering merasa lelah—tapi juga bangga melihat si kecil tumbuh percaya diri.

Suka Duka yang Dirasakan Jennifer sebagai Ibu

Dalam momen ulang tahun tersebut, Jennifer sempat berbagi betapa perjalanan membesarkan Kamari tidak selalu mudah. Dari begadang saat bayi, hingga sekarang menghadapi tingkah lincah balita, semua terbayar oleh tawa dan pelukan hangat. Perasaan campur aduk ini akrab bagi ibu mana pun.

Ada haru ketika melihat anak tumbuh, ada lelah saat harus sabar menghadapi rengekan, dan ada bahagia yang meluap saat melihatnya tertawa lepas. Bagi ibu yang sedang berada di fase ini, penting diingat: kamu tidak sendirian.

3 Cara Menikmati Fase Anak Tiga Tahun

Dilansir dari pengalaman banyak orang tua dan saran psikolog, berikut beberapa cara menghadapi masa-masa ini:

1. Alihkan Energi dengan Aktivitas Seru

Anak usia 3 tahun butuh gerak. Ajak ia bermain di luar, menggambar, atau sekadar menari bersama. Energi yang tersalur membuat suasana hati anak lebih stabil.

2. Beri Pilihan Sederhana

Saat si kecil mulai melawan, beri pilihan terbatas. Misalnya, "Mau pakai baju merah atau biru?" Ini membuat ia merasa punya kendali tanpa harus bertengkar.

3. Jaga Kesehatan Mental Ibu

Jangan lupa istirahat dan minta bantuan pasangan atau keluarga. Ibu yang tenang bisa menghadapi tantrum dengan lebih sabar. Kamari beruntung punya ibu yang terus belajar—dan kamu pun pasti bisa.

Momen Spesial di Balik Perayaan

Kembali ke perayaan Kamari, momen ini bukan cuma soal hadiah. Ini tentang merayakan perjalanan cinta ibu dan anak. Bagi Jennifer, melihat Kamari sehat dan ceria adalah hadiah terbesar. Begitu pun untukmu.

Jadi, saat anakmu menginjak tiga tahun, nikmati setiap harinya. Fase ini cepat berlalu, dan setiap tantangan kecil akan jadi kenangan yang dirindukan.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top