PALEMBANG — Kepercayaan klub-klub bulutangkis kepada Ratu Dewa untuk kembali menahkodai PBSI Kota Palembang periode 2026–2030 langsung dijawab dengan program kerja yang terarah pada prestasi jangka panjang. Target utama yang dicanangkan bukan sekadar mempertahankan nama besar, melainkan menghadirkan medali emas dari berbagai ajang kejuaraan.
Dalam sambutannya usai terpilih secara aklamasi, Ratu Dewa menegaskan bahwa amanah ini akan dijalankan dengan memperkuat koordinasi bersama klub serta membangun ekosistem pembinaan yang serius. Ia menyadari prestasi tidak bisa diraih secara instan, sehingga pembinaan usia dini menjadi prioritas utama.
“Syukur alhamdulillah, teman-teman masih mempercayai saya untuk menahkodai PBSI Kota Palembang. Saya kira ini sebuah amanah,” ujar Ratu Dewa dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).
Ratu Dewa menegaskan bahwa peningkatan prestasi atlet menjadi pekerjaan rumah utama yang harus mendapat perhatian serius. Ia menargetkan PBSI Palembang mampu meraih medali emas di berbagai tingkatan pertandingan pada periode kepemimpinannya ini.
“Target kita tentu prestasi. Salah satunya bagaimana kita bisa mendapatkan medali emas,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, pembinaan tidak boleh dilakukan secara instan atau hanya mencari atlet saat menjelang kejuaraan. PBSI Palembang akan menyiapkan atlet sejak usia dini dengan sistem yang terarah, berjenjang, dan berkelanjutan.
“Kita ingin pembinaan dilakukan mulai dari usia dini. Dari sana kemudian kita siapkan mereka untuk masuk ke jenjang prestasi,” jelasnya.
Keberadaan klub-klub bulutangkis di Palembang dinilai memiliki peran vital dalam menciptakan ekosistem pembinaan. Sinergi antara PBSI dan klub akan diperkuat agar proses pencarian serta pengembangan bibit atlet potensial berjalan lebih optimal.
“Pembinaan atlet harus kita lakukan secara serius dan berkelanjutan. Kita tidak hanya mencari atlet ketika akan menghadapi kejuaraan, tetapi harus disiapkan jauh-jauh hari,” ujarnya.
Dukungan fasilitas juga menjadi perhatian. Gor Cempako akan dimanfaatkan sebagai salah satu basis utama aktivitas dan pembinaan atlet bulutangkis Kota Palembang. Fasilitas yang memadai ini diharapkan berbanding lurus dengan pendampingan peningkatan kemampuan serta mental bertanding atlet.
“Kita ingin fasilitas yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi pembinaan atlet dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tuturnya.
Di luar urusan teknis pembinaan, Ratu Dewa menekankan pentingnya fondasi organisasi yang kuat. Kepengurusan periode 2026–2030 diharapkan mampu membangun organisasi yang semakin solid dan profesional, sejalan dengan tema Muskot “Bersama Membangun Organisasi yang Solid, Profesional, dan Berprestasi Menuju Bulutangkis Kota Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera.”
“Organisasi harus solid terlebih dahulu. Kalau organisasinya kuat, pembinaan bisa berjalan dengan baik dan target prestasi akan lebih mudah kita capai,” pungkasnya.
Dengan mandat baru ini, tantangan Ratu Dewa adalah menerjemahkan kepercayaan klub ke dalam program nyata. Pembinaan usia dini, penguatan sinergi klub, optimalisasi fasilitas, serta pembenahan organisasi menjadi agenda utama yang diharapkan mampu membawa bulutangkis Palembang semakin diperhitungkan di tingkat nasional hingga internasional.