PALEMBANG — Program unggulan Gubernur Herman Deru, 100.000 Sultan Muda, berhasil menyapu bersih penilaian nasional. Dinas terkait mencatat program ini tidak hanya unggul dari sisi jumlah peserta, tetapi juga dinilai dari tujuh indikator ketat oleh dewan juri, termasuk jangkauan wilayah, inovasi, dan dampak ekonomi.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyerahkan langsung penghargaan kepada Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang di Bekasi, Jawa Barat. Sebelum dinobatkan sebagai yang terbaik, Gubernur Herman Deru menjalani uji presentasi di hadapan dewan juri pada 28 Juli 2026.
Dalam paparannya, Herman Deru mengusung tema "Literasi Keuangan Melahirkan Wirausaha, Wirausaha Menggerakkan Pembangunan Daerah". Strategi ini dinilai juri sebagai pendekatan yang tepat untuk mengubah literasi menjadi aksi produktif, bukan sekadar seremonial.
Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal program ini melalui Sultan Muda Sumsel Center (SMSC). Pengawasan tersebut bertujuan memastikan edukasi keuangan yang diberikan benar-benar berujung pada inklusi keuangan yang produktif bagi masyarakat.
Hingga Juli 2026, program ini mencatatkan 10.951 anggota aktif yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Kegiatan yang digelar mencakup edukasi keuangan, pendampingan usaha, digitalisasi, hingga akses pembiayaan produktif.
Selain itu, program ini juga memfasilitasi business matching, inkubasi usaha, dan akses pasar ekspor untuk komoditas unggulan Sumatera Selatan. Tujuannya jelas: mencetak pengusaha muda yang bankable dan berdaya saing di pasar nasional maupun global.
Wakil Gubernur Cik Ujang menegaskan bahwa penghargaan nasional ini tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia justru menjadikannya sebagai penyemangat untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan di Sumatera Selatan.
"Penghargaan ini tentu bukan menjadi titik akhir, melainkan penyemangat bagi kita untuk terus memperkuat kolaborasi dan berbuat lebih baik lagi bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan," tegas Cik Ujang.
Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva menambahkan bahwa generasi muda didorong menjadi lebih berdaya, mandiri, dan produktif melalui program ini. Ia berharap keberhasilan ini bisa menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi model serupa.