SUMATERA SELATAN — BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca terbaru di tengah musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino kategori sangat kuat. Meski curah hujan rendah mendominasi hampir seluruh wilayah Indonesia, masyarakat di sejumlah provinsi tetap perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat turun secara tiba-tiba.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, BMKG mencatat potensi hujan dengan durasi singkat dan sporadis berpeluang terjadi di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Daerah yang masuk daftar potensi hujan pada hari ini meliputi Aceh, Sumatra Utara, Lampung, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi angin kencang yang tersebar di 11 provinsi. Wilayah tersebut antara lain Aceh, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Kepala BMKG menjelaskan bahwa pembentukan awan hujan terjadi karena adanya aktivitas MJO yang diprakirakan aktif pada 28-29 Agustus 2026 di pesisir utara Aceh, Selat Malaka bagian utara, Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian tengah hingga timur, serta Papua Selatan.
"Kondisi atmosfer tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan perairan sekitarnya masih berpotensi hujan dengan intensitas bervariasi dan sporadis serta durasi singkat, meskipun El Nino sangat kuat dan IOD positif yang mendukung kecenderungan kondisi kering masih terjadi," ujar BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (27/8).
Faktor lain yang mendukung adalah terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Andaman, Selat Makassar, hingga perairan Samudra Pasifik di sekitar Papua. Kondisi ini meningkatkan pengumpulan dan pengangkatan massa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal.
BMKG memproyeksikan curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 berada di kategori rendah hingga menengah, sekitar 0-150 mm per dasarian. Curah hujan rendah masih mendominasi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem meski intensitasnya rendah. Sementara itu, pemerintah daerah di daerah rawan kekeringan diharapkan terus mengantisipasi dampak El Nino terhadap ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.