BMKG memprakirakan wilayah Palembang dan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia akan diselimuti fenomena udara kabur pada Jumat (28/8). Kondisi ini perlu diantisipasi warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi pengendara yang melintasi jalur utama.
PALEMBANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gangguan jarak pandang akibat fenomena udara kabur di Palembang pada Jumat (28/8). Fenomena serupa juga diprediksi menyelimuti Pekanbaru, Padang, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Ternate.
Prakirawan BMKG Ranika Dwi, dalam siaran pembaruan informasi cuaca yang dipantau dari Jakarta, Jumat, mengatakan dinamika atmosfer pemicu hujan serta gangguan jarak pandang perlu diwaspadai masyarakat di beberapa daerah.
Selain udara kabur, BMKG juga menyoroti potensi pertumbuhan awan hujan yang dipengaruhi pembentukan daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi). Pola ini membentang dari wilayah barat hingga timur Indonesia, termasuk di Selat Malaka, Laut Natuna Utara, Selat Makassar, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
Akibat dinamika atmosfer tersebut, sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas berbeda. "Diwaspadai terdapat potensi hujan sedang di Nabire, serta hujan ringan di Medan, Jambi, Bengkulu, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke," kata Ranika.
BMKG juga mengingatkan potensi kemunculan asap atau kabut yang membayangi wilayah Bandar Lampung, Pontianak, dan Manokwari. Fenomena ini biasanya mengurangi jarak pandang horizontal dan dapat mengganggu aktivitas penerbangan maupun pelayaran.
Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia lainnya diperkirakan dominan cerah berawan hingga berawan tebal. Kondisi ini diprediksi terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Samarinda, sebagian besar Pulau Jawa, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ambon, dan Sorong.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak perubahan cuaca serta rutin memperbarui perkembangan kondisi atmosfer melalui laman resmi bmkg.go.id.