Banjir Bandang Perbatasan Nepal-China Tewaskan 168 Orang, 1.300 Lebih Hilang

Penulis: Rizal Fikri  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:05:31 WIB
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang di perbatasan Nepal-China dengan bantuan helikopter dan drone.

SUMATERA SELATAN — Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung hingga Kamis (27/8) dengan dukungan helikopter dan drone. Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal mengonfirmasi 165 korban tewas di wilayahnya, sementara 826 orang dilaporkan hilang. Angka tersebut mencakup wisatawan mancanegara, pejabat sipil, tentara, polisi, dan warga setempat.

Otoritas China melaporkan tiga orang tewas dan 558 lainnya hilang di Kabupaten Gyirong, Daerah Otonomi Xizang (Tibet), akibat longsor lumpur yang menyertai bencana tersebut.

Pecahnya Gletser Himalaya Picu Runtuhan Es dan Batu

Berdasarkan citra satelit, banjir diduga dipicu oleh pecahnya bongkahan es besar dari gletser Himalaya sekitar 20 kilometer timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi. Runtuhan tersebut membawa berton-ton es dan batu ke Sungai Bhotekoshi di bawahnya.

Distrik Chitwan di Provinsi Bagmati mencatat jumlah korban tewas tertinggi dengan 64 orang, disusul Dhading sebanyak 27 orang dan Nawalparasi East sebanyak 22 orang. Kepolisian Nepal menyatakan 28 anggotanya masih hilang dalam tugas.

Hampir 300 WNI India Hilang Saat Ziarah Kailash Mansarovar

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan kepada penyiar India NDTV bahwa hampir 300 warga India dilaporkan hilang. Mereka diduga menggunakan jalur di daerah terdampak untuk melakukan Masarovar Yatra, ziarah suci bagi umat Hindu menuju Gunung Kailash.

Wisatawan asing lain yang dilaporkan hilang mencakup 54 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, 17 warga Malaysia, dan delapan warga Korea Selatan.

Ruas Jalan Terputus dan 19 Jembatan Hancur

Banjir menghancurkan 19 jembatan dan sekitar 40 kilometer ruas jalan utama. Kerusakan infrastruktur ini memutus jalur transportasi dan menjadi kendala terbesar dalam operasi penyelamatan. Tentara Nepal dan operator helikopter swasta telah mengevakuasi 114 orang ke tempat aman.

Khanal menyebut bencana ini menyebabkan "kerusakan ekstrem" di sejumlah distrik dan mengingatkan risiko masih tinggi di sepanjang bantaran Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Pemerintah Nepal menetapkan Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading sebagai "wilayah krisis bencana" selama tiga bulan.

Bantuan Internasional Mengalir untuk Nepal

India, China, dan Bank Dunia telah bergerak mengoordinasikan bantuan keuangan untuk operasi penyelamatan, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi. Menteri Luar Negeri India mengonfirmasi pengiriman pesawat kedua berisi 37,5 ton bantuan berupa obat-obatan, paket makanan, dan bahan penanggulangan bencana pada Kamis pagi.

Di sisi China, Kementerian Manajemen Darurat mengirim lebih dari 100 petugas pemadam dan personel penyelamat ke wilayah bencana. State Grid Xizang Electric Power Company Limited tengah menyiapkan pasokan listrik darurat di Kota Gyirong, sementara pesawat carter pertama yang membawa tim penyelamat telah tiba di Bandara Xigaze.

Warga yang terjebak diminta menyalakan api dan menghasilkan asap untuk menandai lokasi mereka agar mudah terdeteksi dari udara.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: aa.com.tr This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top