Festival Bidar 2026 Pindah ke 7 Ulu, Wali Kota Palembang: Antusias Peserta Meningkat Jadi 30 Perahu

Penulis: Syahril Hamid  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 15:56:01 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 dipindahkan ke Plaza 7 Ulu karena revitalisasi Benteng Kuto Besak.

PALEMBANG — Perhelatan Festival Perahu Bidar Tradisional dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini tetap bergulir di tengah proyek revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB). Pemkot Palembang memindahkan pusat kegiatan ke Plaza 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, dengan garis finis di turap eks Kapitan Resto yang berhadapan langsung dengan Kampung Kapitan.

Kepala Dinas Pariwisata Palembang M Irman mengonfirmasi jumlah peserta yang mendaftar tahun ini. "Peserta perahu bidar tradisional diikuti 12 peserta, sedangkan perahu hias diikuti 18 peserta," ujarnya, Senin (17/8). Total 30 perahu akan berpacu di perairan Sungai Musi mulai pukul 13.30 WIB.

Mengapa Lokasi Lomba Dipindahkan ke Seberang Ulu?

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menjelaskan, pemindahan ini bukan tanpa alasan. Kawasan BKB yang selama ini menjadi ikon start dan finish perlombaan sedang memasuki tahap revitalisasi besar-besaran, sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai lokasi acara.

"Tetapi mohon teman-teman media dimaklumi, karena kita lagi revitalisasi BKB maka tempatnya di seberangnya. Karena kondisi tempat," kata Ratu Dewa. Meski demikian, ia memastikan kepindahan ini tidak mengurangi nilai budaya dan sakralitas dari festival yang sudah mengakar di masyarakat Palembang tersebut.

Antusiasme Warga dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi

Alih-alih menjadi kendala, Ratu Dewa justru menilai perpindahan lokasi ini menjadi momentum baru untuk menghidupkan denyut nadi kawasan tepian Sungai Musi di sisi Seberang Ulu. Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap festival tahun ini justru meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ada tiga target utama yang ingin dicapai Pemkot melalui ajang ini. Pertama, menjaga kelestarian budaya bidar sebagai warisan leluhur. Kedua, mendorong sektor pariwisata dengan memperkenalkan kawasan bersejarah Kampung Kapitan. Ketiga, menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dengan melibatkan pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara.

"Tetapi antusias masyarakat cukup tinggi karena ada beberapa hal di sana. Pertama kaitan dengan budaya kita sendiri, yang kedua dari sektor pariwisata, dan yang ketiga ada pembelajaran ekonomi. Ekonomi kerakyatan di sana juga kita berdayakan oleh UMKM yang ada," terangnya.

Regenerasi Pembuat Bidar Jadi Pekerjaan Rumah

Di balik kemeriahan perlombaan, Pemkot Palembang masih disibukkan dengan persoalan klasik yang tak kunjung usai: regenerasi pengrajin bidar. Ratu Dewa mengakui bahwa mencari generasi penerus yang mampu membuat perahu tradisional sekaligus memahami filosofinya bukan perkara mudah.

"Kendala kita seperti saya katakan sebelum-sebelumnya, generasi penerusnya untuk pembuat bidarnya. Sehingga kita harus mencari generasi pembuat perahu dan juga orang yang paham dan memaknai bidar itu sendiri," katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot sebelumnya telah menggelar workshop pembuatan bidar. Program ini diharapkan mampu menjaring anak-anak muda Palembang yang tertarik melestarikan keterampilan tangan yang semakin langka ini.

7 Ulu Jadi Pusat Keramaian HUT RI

Plaza 7 Ulu disiapkan menjadi pusat aktivitas warga selama perayaan kemerdekaan tahun ini. Selain menjadi tuan rumah Festival Bidar, kawasan ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata tepian sungai dan menghidupkan kawasan bersejarah di sekitar Kampung Kapitan yang kaya akan peninggalan arsitektur kuno.

Festival tahun ini juga diramaikan oleh partisipasi organisasi perangkat daerah (OPD) serta sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Selatan, menjadikannya ajang unjuk kebolehan sekaligus mempererat silaturahmi antardaerah di provinsi tersebut.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: wideazone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top