MUARA ENIM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim memastikan karhutla di Desa Embacang, Kecamatan Kelekar, telah padam total sejak Jumat pagi. Kepala BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra menyebutkan luas lahan yang terbakar mencapai 0,5 hektare dengan titik koordinat S-3.31603145 E.104.43865409.
Api mulanya terlihat Kamis (13/8) sore dan dengan cepat melebar dari tempat pembuangan sampah ke semak belukar di sekitarnya.
"Luas lahan yang terbakar sekitar 0,5 hektare," kata Abdurrozieq saat dihubungi dari Palembang, Jumat.
Begitu menerima laporan warga, BPBD langsung mengerahkan personel ke lokasi. Fokus utama pemadaman adalah mencegah api menyebar lebih luas dan memicu bencana kabut asap di wilayah tersebut.
Operasi pemadaman melibatkan personel dari BPBD Posko Induk, Dinas Damkar, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat sekitar. Mereka bergerak cepat mengingat potensi karhutla yang bisa memburuk jika api dibiarkan menjalar.
Tim gabungan membawa sejumlah peralatan penanggulangan karhutla untuk memastikan api benar-benar padam. Perlengkapan tersebut meliputi satu mobil suplai air, tiga motor trail, satu set mesin jinjing, dan delapan roll selang machino.
Dengan peralatan itu, tim bekerja sejak malam hingga api dinyatakan padam total keesokan harinya.
"Sejak pagi tadi api dinyatakan benar-benar sudah padam total," ujarnya.
Menyusul kejadian ini, BPBD Muara Enim kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi pemicu utama karhutla yang kerap terjadi di wilayah Sumatera Selatan.
Abdurrozieq juga meminta warga tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, terutama di area yang rawan kekeringan dan dipenuhi semak belukar.
"Sosialisasi tentang larangan membuka lahan dengan cara dibakar terus kami gencarkan agar masyarakat teredukasi untuk mematuhi aturan tersebut," katanya.