PALEMBANG – Buat yang suka cita rasa unik, dua hidangan fermentasi khas Palembang ini layak dicoba saat berkunjung.
Durian yang difermentasi ini jadi bahan dasar berbagai masakan Palembang — bisa dijadikan sambal, bumbu penyedap, atau pelengkap masakan ikan. Rasanya perpaduan asam dan manis yang khas, tidak semua orang langsung suka di percobaan pertama, tapi banyak yang ketagihan setelah terbiasa.
Ikan yang dibumbui tempoyak, dibungkus daun pisang, lalu dikukus sampai matang. Proses membungkus dengan daun pisang membuat aroma rempah dan tempoyaknya meresap sempurna ke dalam daging ikan.
Durian yang melimpah di Sumatera Selatan jadi salah satu alasan kenapa masyarakat setempat mengolahnya jadi tempoyak sebagai cara mengawetkan sekaligus menambah variasi rasa masakan sehari-hari.
Kalau belum terbiasa dengan rasa fermentasi, mulai dari porsi kecil dan pilih menu yang tempoyaknya tidak terlalu dominan seperti brengkes, dibanding sambal tempoyak murni yang rasanya lebih tajam.