SEMARANG — Gotong royong kembali mewarnai rehabilitasi rumah Bapak Misri di Dusun Banjari, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran. Setelah fokus pada perbaikan struktur bangunan, kegiatan kali ini menyasar pembersihan selokan dan batas pinggir jalan masuk, Selasa (11/8/2026).
Dengan peralatan sederhana, endapan tanah, rumput liar, batu, dan kotoran yang memenuhi saluran dibersihkan secara manual. Pekerjaan ini krusial. Saluran air yang bersih mengalirkan air lebih baik, mencegah genangan, dan membuat akses menuju rumah tampak rapi serta nyaman dilalui.
Fokus pembersihan berada di sepanjang selokan yang selama ini rentan tersumbat. Lumpur dan rumput liar yang tumbuh di sela-sela batu dibuang habis. Batas pinggir jalan juga dirapikan agar area sekitar rumah terkesan lebih terawat.
Kegiatan ini bagian dari rangkaian panjang rehabilitasi RTLH yang tengah berjalan. Setiap tahapan dikerjakan bertahap dan teliti, memastikan hasil akhir yang layak dan nyaman bagi pemilik rumah.
Pembersihan ini bukan sekadar soal estetika. Saluran air yang lancar menjadi fondasi penting bagi kesehatan lingkungan rumah. Air yang tadinya berpotensi menggenang dan menjadi sarang penyakit, kini mengalir lancar.
“Selokan mengalirkan air, jalan mengantarkan langkah,” demikian gambaran dalam laporan kegiatan. Keduanya menjadi saksi bahwa rumah Pak Misri perlahan menemukan wajah barunya—lebih layak, lebih tertata, dan lebih nyaman untuk ditinggali.
Rehabilitasi RTLH ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. Keberlanjutan program semacam ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Semarang secara keseluruhan.