5 Wisata Gratis Bersejarah di Palembang, dari Taman hingga Sungai Musi

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:14:01 WIB
Wisata gratis di Palembang. (Foto: NET)

SUMATERA SELATAN - Mencari wisata gratis di Palembang bisa menjadi pilihan menarik untuk menikmati suasana kota tanpa harus menyiapkan anggaran besar.

Wisata gratis di Palembang juga menawarkan pengalaman yang beragam, mulai dari menikmati ruang terbuka hijau, melihat bangunan bersejarah, hingga menyusuri kawasan yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Palembang.

Palembang tidak hanya dikenal melalui Jembatan Ampera dan kuliner pempek. Kota yang berada di tepian Sungai Musi ini memiliki perjalanan sejarah panjang, mulai dari masa Kesultanan Palembang Darussalam hingga jejak kejayaan Sriwijaya.

Pemerintah Kota Palembang sendiri menyebut Jembatan Ampera sebagai salah satu lambang kota yang menghubungkan kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Menariknya, sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan fungsi sebagai ruang publik dapat dikunjungi tanpa biaya tiket masuk.

Hal tersebut membuat perjalanan di Palembang tidak selalu identik dengan pengeluaran besar.

Dengan perencanaan sederhana, beberapa destinasi bahkan dapat dirangkai menjadi perjalanan satu hari.

Wisata Gratis di Palembang

Berikut adalah wisata gratis di Palembang yang bisa menjadi pilihan menarik untuk menikmati suasana kota tanpa harus menyiapkan anggaran besar.

1. Taman Kambang Iwak, Ruang Hijau di Tengah Kota

Taman Kambang Iwak atau KI Park merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang cukup dikenal masyarakat Palembang.

Pemerintah Kota Palembang mencatat Kambang Iwak sebagai salah satu taman kota yang menjadi bagian dari ruang publik di wilayah perkotaan.

Daya tarik utama taman ini berada pada kolam yang menjadi pusat kawasan. Suasana di sekitarnya relatif cocok untuk aktivitas ringan seperti berjalan santai, jogging, berolahraga, atau sekadar menikmati udara terbuka.

Pada waktu tertentu, kawasan taman juga digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas bersama.

Kambang Iwak menarik karena memberikan suasana berbeda dari kepadatan jalan raya. Pepohonan, area terbuka, serta keberadaan kolam membuat tempat ini dapat menjadi pilihan untuk beristirahat tanpa harus pergi jauh dari pusat kota.

Bagi pencinta fotografi, waktu pagi dan menjelang malam dapat menjadi pilihan menarik. Cahaya matahari yang lebih lembut menghasilkan suasana berbeda, sementara kawasan taman pada malam hari dapat memberikan nuansa yang lebih hidup.

Keberadaan ruang terbuka seperti Kambang Iwak juga memiliki fungsi ekologis. Ruang hijau perkotaan tidak hanya berperan sebagai tempat rekreasi, tetapi dapat membantu menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman.

2. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I merupakan salah satu bangunan paling bersejarah di Palembang.

Masjid ini mulai dibangun pada 1738 atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I dan selesai pada 1748.

Informasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan menyebut bangunan tersebut pada awalnya dikenal sebagai Masjid Sultan.

Nilai menariknya tidak hanya terletak pada usia bangunan, tetapi juga pada arsitekturnya. Penelitian mengenai bangunan cagar budaya tersebut menunjukkan adanya perpaduan unsur Nusantara, Tiongkok, dan Eropa.

Perpaduan tersebut dapat terlihat dari bentuk atap, struktur bangunan, serta menara yang mempunyai karakter berbeda dari banyak masjid lainnya. Menara masjid bahkan memiliki bentuk yang mengingatkan pada arsitektur Tiongkok.

Lokasinya juga sangat strategis karena berada tidak jauh dari Jembatan Ampera. Jarak keduanya sekitar 400 meter sehingga kedua lokasi dapat dikunjungi dalam satu rute perjalanan.

Saat berkunjung, aspek kesopanan tetap perlu diperhatikan karena bangunan tersebut masih berfungsi sebagai tempat ibadah.

Waktu kunjungan sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan keagamaan agar aktivitas wisata tidak mengganggu jamaah.

3. Jembatan Ampera dan Tepian Sungai Musi

Jembatan Ampera merupakan destinasi yang hampir selalu muncul ketika membicarakan Palembang.

Namun, menikmati panorama jembatan dari kawasan publik di sekitarnya tidak harus membutuhkan tiket khusus.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Musi ini menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Situs resmi pariwisata Indonesia mencatat panjang jembatan mencapai sekitar 1.177 meter dan pembangunannya dimulai pada 1962.

Jembatan Ampera memiliki nilai sejarah yang kuat. Kajian sejarah yang diterbitkan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mencatat pembangunan jembatan dimulai pada April 1962 dan sejak awal keberadaannya telah menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Palembang.

Waktu terbaik untuk menikmati panorama jembatan dapat disesuaikan dengan aktivitas yang diinginkan.

Sore hari menawarkan pemandangan matahari terbenam, sedangkan malam hari menghadirkan suasana berbeda ketika pencahayaan jembatan terlihat dari kawasan tepian Sungai Musi.

Kawasan sekitar Benteng Kuto Besak juga dapat menjadi titik untuk menikmati pemandangan.

Perahu yang melintas di Sungai Musi, aktivitas masyarakat, serta lanskap perkotaan membuat kawasan tersebut terasa hidup.

Bagi yang ingin menghemat biaya, aktivitas sederhana seperti berjalan-jalan, menikmati pemandangan sungai, atau mengambil foto sudah cukup untuk mendapatkan pengalaman wisata yang berkesan.

4. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

Palembang memiliki hubungan erat dengan sejarah Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim besar yang pernah berkembang di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu tempat yang dapat digunakan untuk mengenali jejak tersebut adalah Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya di kawasan Karanganyar, Gandus.

Kawasan ini dikenal pula sebagai Situs Karanganyar. Kompleks tersebut memiliki kanal, parit, dan lanskap perairan yang menjadi bagian penting dari interpretasi arkeologis kawasan Sriwijaya.

Destinasi ini memberikan pengalaman yang berbeda karena wisata sejarah tidak hanya dilakukan dengan melihat benda di balik etalase.

Lingkungan situs memungkinkan pengunjung memahami hubungan antara permukiman, air, dan aktivitas manusia pada masa lalu.

Meski terdapat informasi lama yang menyebut kawasan taman dapat dinikmati secara gratis, informasi mengenai tiket dan fasilitas dapat berubah sesuai kebijakan pengelola. Karena itu, pengecekan terbaru sebelum berangkat tetap disarankan.

Dari sisi edukasi, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya cocok untuk perjalanan keluarga maupun pelajar. Suasana yang lebih terbuka juga membuat eksplorasi sejarah terasa tidak terlalu formal.

5. Kawasan Hutan Punti Kayu

Taman Wisata Alam Punti Kayu menjadi salah satu kawasan hijau penting di Palembang. Hutan kota seperti ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pepohonan tanpa meninggalkan wilayah perkotaan.

Namun, perlu dibedakan antara kawasan hutan dan berbagai fasilitas rekreasi di dalam kompleks. Sejumlah wahana atau area tertentu dapat menerapkan tarif masuk tersendiri.

Karena itu, istilah wisata gratis lebih tepat digunakan untuk aktivitas menikmati ruang publik atau area yang memang tidak dikenakan biaya, bukan seluruh fasilitas Punti Kayu.

Pepohonan yang rindang menjadi daya tarik utama kawasan ini. Suasana teduh dapat dimanfaatkan untuk berjalan santai, berolahraga ringan, fotografi, atau sekadar menikmati waktu luang.

Keberadaan hutan kota juga mempunyai nilai ekologis. Ruang hijau membantu memperkaya kualitas lingkungan perkotaan sekaligus menyediakan habitat bagi sejumlah satwa.

Dengan demikian, kunjungan ke Punti Kayu bukan hanya soal rekreasi, tetapi juga kesempatan mengenal fungsi kawasan hijau dalam kehidupan kota.

Tips Menjelajah Destinasi Hemat di Palembang

Agar perjalanan tetap nyaman, beberapa hal sederhana perlu diperhatikan. Pertama, pilih destinasi yang lokasinya berdekatan agar biaya transportasi dapat ditekan.

Kawasan Masjid Agung, Jembatan Ampera, dan tepian Sungai Musi, misalnya, dapat dirangkai dalam satu agenda perjalanan.

Kedua, pilih waktu kunjungan yang tepat. Pagi atau sore biasanya lebih nyaman untuk aktivitas luar ruangan dibandingkan tengah hari.

Selain mengurangi rasa panas, waktu tersebut juga menawarkan pencahayaan yang lebih baik untuk fotografi.

Ketiga, bawa air minum sendiri dan tetap menjaga kebersihan. Wisata dengan biaya rendah bukan berarti mengurangi tanggung jawab terhadap lingkungan.

Sampah sebaiknya dibawa sampai menemukan tempat pembuangan yang sesuai.

Keempat, selalu mengecek informasi terbaru sebelum berangkat. Status tiket, jam operasional, aturan kunjungan, hingga akses ke suatu kawasan dapat berubah.

Hal ini terutama penting untuk destinasi yang memiliki fasilitas berbayar di dalam kompleksnya.

Kesimpulan

Palembang membuktikan bahwa perjalanan menarik tidak selalu membutuhkan anggaran besar.

Dari ruang hijau, masjid bersejarah, Jembatan Ampera, situs Sriwijaya, hingga kawasan hutan kota, terdapat banyak pilihan yang dapat memperkaya pengalaman mengenal kota.

Dengan rute yang tepat dan informasi terbaru, wisata gratis di Palembang dapat menjadi pilihan liburan hemat sekaligus berkesan.

Reporter: Redaksi
Back to top