BANYUASIN — Tim urai mobile yang dibentuk Polres Banyuasin langsung disiagakan untuk menyisir titik-titik krusial di area perbaikan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Kilometer 17. Kepadatan terjadi karena ruas jalan menyempit, memaksa kendaraan dari dua arah bergantian melintas.
KBO Satlantas Polres Banyuasin Iptu Eko S mengatakan personel bergerak ini menjadi garda terdepan untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir meski ruas jalan sedang terpotong pekerjaan.
"Tim urai mobile kami turunkan untuk bergerak cepat menyisir titik-titik krusial dan memastikan arus kendaraan tetap mengalir di area perbaikan Jalan Lintas Timur Km 17," kata Eko saat dikonfirmasi di Banyuasin, Jumat.
Selain menerjunkan personel di lapangan, Polres Banyuasin berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk mengaktifkan skema fungsional secara situasional pada ruas Tol Palembang-Betung. Kebijakan ini tidak serta-merta diberlakukan, melainkan berdasarkan tingkat kepadatan yang terpantau di jalan nasional.
Pengalihan arus menuju jalur tol fungsional itu dilakukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan pribadi dan angkutan barang yang hendak melintasi Jalintim. Dengan begitu, beban kendaraan di jalur utama bisa didistribusikan.
Di tengah rekayasa lalu lintas yang berjalan, kesabaran pengendara menjadi kunci utama. Polisi mengingatkan agar pengguna jalan tidak memaksakan diri mendahului kendaraan lain di tengah antrean, karena aksi tersebut justru berpotensi mengunci arus dari dua arah.
"Kami mengimbau para pengendara untuk bersabar dan tidak saling menyerobot antrean. Aksi mendahului secara dipaksakan justru menyebabkan arus dari dua arah terkunci total dan memperlambat evakuasi kemacetan," ujar Eko.
Situasi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama masa perbaikan hotmix di ruas Jalintim KM 17. Pengguna jalan yang melintas dari arah Palembang menuju Banyuasin atau sebaliknya disarankan menyiapkan waktu tempuh lebih panjang dan mematuhi arahan petugas di lapangan.