PRABUMULIH — Tujuh wilayah di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, kini bergantung pada pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Kekeringan yang melanda sejak 1 Agustus 2026 membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala BPBD Kota Prabumulih Sriyono mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan respons atas permintaan yang masuk dari pemerintah desa dan kelurahan. "Setiap hari kami menyalurkan sekitar 30.000 liter air ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan," ujarnya saat diwawancarai di Palembang, Kamis.
BPBD Prabumulih mencatat wilayah yang telah menerima pasokan air bersih meliputi Tanjung Menang, Muara Dua, Sinar Rambang, Sukaraja, Kemang Tanduk, Tebing Tanah Putih, dan Karang Raja. Pendistribusian dilakukan secara bergilir menyesuaikan kapasitas armada dan tingkat kebutuhan di lapangan.
Volume air yang dikirim setiap hari mencapai puluhan ribu liter. Namun, jumlah tersebut bisa berubah sesuai dengan kondisi aktual dan permintaan dari masing-masing wilayah terdampak.
Sriyono menegaskan, pendistribusian air bersih tidak hanya terbatas pada tujuh wilayah tersebut. Pihaknya masih membuka pelayanan bagi desa atau kelurahan lain yang mulai merasakan dampak kekeringan.
"Kami masih menunggu permintaan dari desa atau kelurahan lainnya yang terdampak kekeringan," kata Sriyono. Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan permintaan yang masuk dari wilayah terdampak.
BPBD Prabumulih mengimbau pemerintah desa dan kelurahan yang mengalami kesulitan air bersih untuk segera menyampaikan permintaan bantuan secara resmi. Langkah ini ditempuh agar proses penyaluran dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga tetap memperoleh pasokan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Prabumulih. Dengan koordinasi yang baik, BPBD berharap tidak ada warga yang kekurangan air selama musim kemarau berlangsung.