PALEMBANG — Setahun setelah meraih predikat TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera pada TPAKD Award 2025, Sumatera Selatan kembali diperhitungkan di kancah nasional. Lolosnya TPAKD Sumsel ke tahap presentasi tahun ini menunjukkan konsistensi kolaborasi antara Pemprov Sumsel, OJK, Bank Indonesia, DJPb, BPS, Balai Karantina, hingga seluruh industri jasa keuangan di daerah.
Dalam paparannya di hadapan Tim Penilai Utama yang terdiri dari OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, akademisi, dan Tony Blair Institute, Herman Deru menegaskan bahwa program ini bukan sekadar target jumlah wirausaha baru.
"Ekosistem kewirausahaan Program 100.000 Sultan Muda Sumsel mulai dari penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pembiayaan produktif, pengembangan Sultan Muda XporA, hingga pembangunan ekosistem ketertelusuran ekspor yang menghubungkan komoditas unggulan Sumatera Selatan dengan pasar global," kata Herman Deru.
Program ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan pelaku UMKM dengan rantai pasok global. Fokusnya bukan hanya pada jumlah, tetapi juga pada kesiapan pelaku usaha naik kelas.
TPAKD Sumsel menempatkan program ini sebagai agenda prioritas pembangunan daerah untuk memperluas akses keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan ini mencerminkan sinergi lintas instansi yang berkelanjutan, bukan kerja parsial.
Hasil Virtual Assessment akan menentukan apakah Sumsel mampu mempertahankan gelar terbaik atau bahkan naik ke level nasional. Penilaian OJK menjadi momentum bagi Pemprov untuk menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi yang digagasnya berdampak nyata bagi warga.
Dengan ekosistem yang sudah terbangun, Sumsel optimistis torehan prestasi di tingkat nasional dapat kembali diulang pada ajang TPAKD Award 2026 ini.