Kemenag dan Kesbangpol Sumsel Fasilitasi Pembentukan Pengurus FKUB Periode 2026-2031, Zero Conflict Jadi Target

Penulis: Hamdani Putra  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:59:01 WIB
Kemenag dan Kesbangpol Sumsel memfasilitasi pembentukan pengurus FKUB periode 2026-2031 di Palembang.

PALEMBANG — Kepala Badan Kesbangpol Sumsel Arinarsa menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga kerukunan umat beragama menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial. Ia menyebut sinergi ini krusial untuk memastikan Sumatera Selatan tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

"FKUB diharapkan mampu berjalan bersama-sama dengan pemerintah daerah dalam merawat persatuan, kesatuan, kerukunan, kedamaian, serta kenyamanan bagi seluruh masyarakat," kata Arinarsa di Palembang, Kamis.

FKUB sebagai Jembatan Dialog dan Benteng Toleransi

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas instansi ini. Menurutnya, keberadaan FKUB bukan sekadar formalitas struktural, melainkan instrumen penting untuk memetakan potensi konflik sejak dini.

"FKUB adalah benteng utama dalam merawat toleransi dan moderasi beragama. Kami berharap kepengurusan baru ini bertindak proaktif memetakan potensi isu kerukunan," ujar Syafitri.

Ia menambahkan bahwa peran FKUB sebagai jembatan dialog strategis antarumat beragama akan semakin krusial di tengah dinamika sosial yang berkembang. Pengurus baru diminta tidak hanya reaktif menangani persoalan, tetapi juga mampu merancang program pencegahan.

Langkah Awal: Penyusunan Struktur Kepengurusan Lengkap

Usai penetapan struktur inti, pengurus terpilih memiliki tugas langsung untuk melengkapi komposisi organisasi. Mereka akan menyurati seluruh majelis agama di Sumatera Selatan untuk meminta rekomendasi nama-nama perwakilan.

Rekomendasi dari masing-masing majelis agama ini nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun struktur keanggotaan FKUB Sumsel yang utuh. Proses ini penting untuk memastikan seluruh elemen umat beragama memiliki keterwakilan yang setara.

Kesepakatan ini merupakan hasil musyawarah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Terpilihnya Syarnubi Soman sebagai ketua dan Fery Suhaimi sebagai sekretaris menjadi titik awal bagi periode kepengurusan lima tahun ke depan.

Target Zero Conflict di Bumi Sumatera Selatan

Predikat zero conflict yang selama ini melekat pada Sumatera Selatan menjadi modal sosial yang tidak ternilai. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga capaian ini melalui penguatan kelembagaan seperti FKUB.

Keberadaan pengurus yang solid diharapkan mampu memperkuat jaringan komunikasi antartokoh agama hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Dengan begitu, potensi gesekan horizontal dapat diminimalisir sejak tahap awal.

Kolaborasi antara Kemenag dan Kesbangpol ini menjadi contoh konkret penguatan kelembagaan yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat sipil. Kedepan, sinergi serupa diharapkan terus berlanjut tidak hanya pada tataran provinsi, tetapi juga hingga ke daerah-daerah.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top