LAHAT — Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi, menargetkan penebaran 500 ribu benih ikan di Tebat Mbahangan, Desa Penandingan, Kecamatan Mulak Sebingkai, sebagai daya tarik utama destinasi agrowisata berbasis perikanan. Target itu disampaikan saat ia meninjau langsung progres pembangunan kawasan pada Selasa, 4 Agustus 2026, didampingi Kepala Dinas Perikanan Marully SPi beserta kepala OPD terkait.
Peninjauan ini bukan sekadar seremonial. Bursah menegaskan bahwa proyek yang sempat tersendat kini harus berjalan maksimal setelah vendor baru ditunjuk menggantikan kontraktor sebelumnya yang gagal memenuhi target pekerjaan.
"Saya mengapresiasi langkah Dinas Perikanan yang terus berupaya mendorong percepatan pembangunan kawasan ini. Dengan vendor yang baru, saya berharap pekerjaan lebih maksimal, berkualitas, dan tidak mengulang kegagalan sebelumnya," tegas Bursah di lokasi proyek.
Ia meminta jajaran Dinas Perikanan mengawal pelaksanaan proyek secara ketat. Kawasan ini dinilai strategis karena dampaknya langsung menyentuh perekonomian warga sekitar, bukan hanya sekadar ikon wisata baru.
Konsep yang diusung tidak berhenti pada kolam budidaya. Kawasan Tebat Mbahangan dirancang memadukan kebun buah, kawasan kuliner, dan wisata edukasi dalam satu area terpadu.
Menariknya, pengelolaan kawasan ini juga akan memanfaatkan energi ramah lingkungan. Panel surya dan kincir air disiapkan sebagai sistem pendukung budidaya, sebuah langkah yang jarang ditemui pada proyek serupa di kabupaten lain.
"Nanti 500 ribu benih ikan akan kita tebar di sini, beserta ikan hias untuk kolam di sepanjang aliran samping tebat," ujar Bursah.
Bursah menilai inovasi yang digagas Dinas Perikanan ini memiliki dampak jangka panjang. Jika dikelola profesional, kawasan ini berpotensi menjadi pusat budidaya perikanan sekaligus menggerakkan UMKM dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Mulak Sebingkai.
Dengan vendor baru yang ditunjuk, fokus utama saat ini adalah penyelesaian fisik kawasan. Pemkab Lahat belum merinci jadwal pasti peresmian, namun penekanan Bursah agar "manfaatnya bisa dirasakan masyarakat" mengindikasikan target penyelesaian dikebut dalam waktu dekat.
Keberadaan panel surya dan kincir air sebagai sistem pendukung juga menjadi sinyal bahwa kawasan ini diarahkan menjadi percontohan agrowisata modern di Sumatera Selatan.