Kanwil Ditjenpas Sumsel Gandeng Muhammadiyah dan Unmuha Palembang untuk Pembinaan Warga Binaan

Penulis: Syahril Hamid  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:37:31 WIB
Penandatanganan kemitraan antara Kanwil Ditjenpas Sumsel, PW Muhammadiyah Sumsel, dan Unmuha Palembang berlangsung di Palembang, Senin (4/8/2026).

PALEMBANG — Pembinaan narapidana di Sumatera Selatan tidak lagi berjalan sendiri. Kanwil Ditjenpas Sumsel resmi menggandeng PW Muhammadiyah Sumsel dan Universitas Muhammadiyah Palembang (Unmuha) dalam sebuah kemitraan strategis yang ditandatangani Senin (4/8/2026).

Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat rehabilitasi warga binaan melalui pendekatan spiritual dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kerja sama itu disaksikan langsung oleh jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan.

Pembinaan Agama dan Riset Mahasiswa Masuk ke Dalam Lapas

Sejumlah program konkret akan dijalankan di bawah payung kerja sama ini. PW Muhammadiyah Sumsel akan mengisi program pembinaan keagamaan yang lebih terstruktur bagi warga binaan. Sementara itu, Unmuha membuka akses bagi mahasiswanya untuk melakukan praktik lapangan dan penelitian langsung di lingkungan pemasyarakatan.

Para petugas lapas juga dijadwalkan menerima pelatihan kompetensi terbaru yang difasilitasi oleh pihak universitas. Dengan begitu, kualitas pengelolaan pembinaan diharapkan ikut meningkat seiring dengan kapasitas para pegawainya.

"Keberhasilan Pemasyarakatan Butuh Dukungan Eksternal"

Kepala Kanwil Ditjenpas Sumsel, Yulius Sahruzah, menegaskan bahwa rehabilitasi narapidana tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan internal instansinya. Ia menyebut dukungan dari perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.

"Keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh internal organisasi, tetapi juga oleh dukungan aktif perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan," ujar Yulius dalam sambutannya.

Mengurangi Residivisme dan Menyiapkan Warga Binaan Produktif

Kerja sama ini diharapkan melahirkan warga binaan yang tidak hanya patuh pada hukum, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh dan keterampilan hidup yang memadai. Target utamanya adalah menekan angka residivisme di Sumatera Selatan.

Penandatanganan perjanjian tersebut dipimpin langsung oleh Yulius Sahruzah bersama Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, Ridwan Hayatuddin, dan Rektor Unmuha, Prof. Dr. Abid Djazuli. Ketiganya sepakat bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk mendukung keamanan sosial di wilayah tersebut.

Dengan bekal pembinaan yang lebih holistik, para narapidana diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang produktif dan bermanfaat. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan sistem pemasyarakatan yang selama ini kerap berfokus pada aspek keamanan semata.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: sekilasmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top