PALEMBANG — SSB Palembang Soccer Skills (PSS) U-10 menutup perjuangan mereka di Sumatera Junior League (SJL) U-10 Regional Sumatera 1 Tahun 2026 dengan hasil yang membanggakan. Laskar Menyala muda harus puas menjadi runner up setelah di partai puncak takluk dari SSB Putra Sunda di Stadion Kamboja, Palembang, 1–2 Agustus 2026.
Hasil ini melengkapi torehan manis Hanan yang dinobatkan sebagai Best Player turnamen. Sepanjang kompetisi, ia menjadi motor serangan SSB PSS sejak fase grup hingga final dengan mencetak enam gol.
Prestasi ini bukan yang pertama bagi Hanan. Sebelumnya, ia juga tampil gemilang saat membawa SSB PSS U-10 menjadi runner up pada ajang nasional Garuda Anak Indonesia di Lampung. Konsistensi ini menegaskan kapasitasnya sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di Palembang.
Sementara itu, posisi juara ketiga bersama diraih Kelekar FC dan SSB Persetapo.
Pelatih SSB PSS U-10, Syaiful, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu melangkah hingga babak final. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras para pemain selama menjalani latihan rutin.
“Alhamdulillah anak-anak mampu memberikan penampilan terbaik dan berhasil mencapai final. Kami tentu bersyukur dengan hasil ini,” ujar Syaiful.
Meski demikian, pelatih berlisensi C PSSI itu menegaskan bahwa prestasi bukan menjadi tujuan utama dalam pembinaan sepak bola usia dini. Baginya, pengalaman bertanding, pembentukan karakter, serta peningkatan kemampuan teknik dan mental jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar gelar juara.
“Di usia dini yang paling utama adalah proses pembinaan. Turnamen seperti ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk menambah jam terbang, belajar menghadapi tekanan pertandingan, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka,” katanya.
Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak cepat berpuas diri atas pencapaian tersebut. “Jangan jemawa. Teruslah rajin berlatih, disiplin, dan konsisten. Kalau ingin menjadi pemain hebat, proses latihan tidak boleh berhenti,” tegasnya.
SSB Palembang Soccer Skills merupakan SSB afiliasi PSSI yang menerapkan sistem pembinaan secara berjenjang. Intensitas latihan yang dijalankan hampir setara akademi elite di Indonesia, yakni lima kali dalam sepekan.
Latihan digelar setiap Senin dan Kamis di Lapangan AURI Talang Betutu, serta Rabu, Jumat sore, dan Sabtu pagi di Lapangan Mini Soccer SPD Super Soccer, Maskarebet. Dalam proses pembinaan, SSB PSS didukung jajaran pelatih berlisensi nasional.
Pelatih kepala Subagio Yasir (Lisensi C PSSI) menangani kelompok usia U-13 dan U-14, Syaiful (Lisensi C) membina U-9 dan U-10, sedangkan Nelson (Lisensi C) menangani U-15 dan U-16. Untuk kelompok usia lebih muda, terdapat pelatih berlisensi D PSSI, yakni Deny Saputra untuk U-11 dan U-12, M. Fajri untuk usia 5–8 tahun, serta Siswoyo.
Perhatian khusus juga diberikan pada pembinaan penjaga gawang. SSB PSS didukung pelatih kiper Agustrawan, M. Topan, serta tambahan pelatih spesialis Fauzi “Toldo” yang rutin memberikan latihan khusus setiap Sabtu pagi.
Keberhasilan meraih runner up SJL U-10 2026 menjadi bukti konsistensi pembinaan yang dilakukan SSB PSS. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus berkembang sekaligus mengharumkan nama Palembang dan Sumatera Selatan di level nasional pada masa mendatang.