PALEMBANG — Program 100.000 Sultan Muda yang digagas Gubernur Herman Deru resmi menjadi senjata utama Sumatera Selatan dalam perluasan akses keuangan daerah. Dalam asesmen virtual TPKAD Award 2026, Jumat (31/7), program ini dinilai mampu mengintegrasikan pengembangan kewirausahaan muda dengan pembiayaan produktif, hilirisasi, dan digitalisasi ekonomi.
Hingga saat ini, ekosistem tersebut telah menyerap 10.956 wirausaha muda dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel. Angka ini menjadi bukti konkret bahwa program yang berjalan 1,5 tahun tersebut bukan sekadar wacana, melainkan gerakan yang mulai menyentuh lapisan bawah.
Herman Deru menjelaskan, program ini selaras dengan Asta Cita dan RPJMN 2025–2029. Ia menegaskan bahwa Sultan Muda dirancang untuk mencetak generasi tangguh yang mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, bukan sekadar penerima bantuan.
"Program ini menjadi unggulan TPKAD Sumsel karena mampu mengintegrasikan pengembangan kewirausahaan muda dengan perluasan akses pembiayaan, hilirisasi, dan digitalisasi ekonomi," ujar Herman Deru di hadapan tim penilai.
Percepatan program dilakukan lewat kolaborasi lintas sektor. Pemprov Sumsel menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan Himbara, Bank Sumsel Babel, hingga perbankan swasta untuk memperkuat akses pembiayaan produktif bagi para Sultan Muda.
Pada kesempatan itu, Herman Deru juga membeberkan bahwa Sumsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengukuhkan seluruh TPKAD kabupaten/kota secara nasional. Sebanyak 17 TPKAD kabupaten/kota telah aktif mendukung percepatan program ini.
Tim penilai yang terdiri atas Guru Besar Universitas Brawijaya Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, Direktur BUMD, BLUD, dan BMD Kementerian Dalam Negeri Yudia Ramli, serta Asisten Deputi Keuangan Inklusif Kemenko Perekonomian Erdiriyo disebut memberikan perhatian serius pada potensi ekonomi Sumsel.
Herman Deru menyebut sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, dan perikanan menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Melalui Sultan Muda, potensi tersebut diperkuat dengan akses pembiayaan, hilirisasi, dan digitalisasi agar memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat.
Ke depan, Pemprov Sumsel menargetkan perluasan ekosistem ini hingga menjangkau lebih banyak pemuda di tingkat kecamatan dan desa.