6 Oleh-Oleh Khas Sumatera Selatan yang Pasti Disukai Teman dan Keluarga di Rumah

Penulis: Syahril Hamid  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 22:00:31 WIB
Pempek kering dan lenjer frozen menjadi pilihan oleh-oleh khas Sumatera Selatan yang tahan lama untuk perjalanan jarak jauh.

Palembang dan Sumatera Selatan secara umum memang terkenal dengan pempek dan tekwan. Tapi kalau Anda bepergian ke daerah ini, jangan buru-buru puas hanya dengan dua makanan ikonik itu. Warga lokal punya daftar oleh-oleh andalan yang tidak kalah populer, bahkan beberapa di antaranya punya daya tahan lama sehingga aman dibawa dalam perjalanan darat maupun udara.

Berdasarkan pengalaman bolak-balik ke Sumatera Selatan, berikut enam oleh-oleh yang hampir pasti langsung ludes begitu sampai di rumah.

1. Pempek Kering dan Lenjer Frozen

Pempek basah memang nikmat dimakan hangat-hangat, tapi untuk oleh-oleh jarak jauh, pilih pempek kering atau lenjer frozen. Pempek kering—biasanya berbentuk kapal selam kecil atau lenjer—sudah digoreng setengah matang dan bisa bertahan hingga seminggu tanpa kulkas.

Untuk yang frozen, Anda tinggal menggorengnya sendiri di rumah dengan minyak panas sedang. Hasilnya tidak kalah dengan yang langsung dimakan di Palembang. Banyak penjual di Pasar 16 Ilir dan pusat oleh-oleh di Jalan Sudirman yang menyediakan versi ini.

2. Kerupuk Kemplang Panggang

Kerupuk kemplang berbeda dari kerupuk biasa. Teksturnya lebih keras dan padat, terbuat dari ikan tenggiri atau belida yang dicampur tapioka. Versi panggang—bukan goreng—justru lebih gurih dan tidak berminyak. Ini oleh-oleh favorit para perantau yang pulang kampung.

Di Palembang, kemplang panggang sering dijual dalam kemasan toples besar atau kantong plastik vakum. Rasanya asin gurih dengan aroma ikan yang kuat. Cocok dimakan langsung sebagai camilan atau direndam sebentar di air hangat supaya lebih empuk.

3. Amplang Khas Palembang

Amplang adalah stik ikan goreng yang renyah, mirip dengan kerupuk ikan khas Samarinda tapi dengan resep lokal. Amplang Palembang biasanya lebih kecil dan padat, dengan rasa ikan yang lebih terasa. Teksturnya tidak mudah melempem meski disimpan beberapa hari.

Banyak toko oleh-oleh di kawasan Jakabaring dan pusat perbelanjaan di Palembang yang menjual amplang dalam kemasan standing pouch. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan merek, jadi cek langsung ke tempatnya untuk perbandingan.

4. Kue Mpek-mpek atau Kue Srikaya

Kue srikaya Palembang punya tekstur lembut dan legit dengan rasa manis gurih dari santan dan gula merah. Berbeda dengan srikaya versi Medan yang lebih kental, srikaya Palembang lebih mirip puding padat yang dipotong kotak-kotak. Cocok sebagai teman minum kopi atau teh di rumah.

Kue ini biasanya dibungkus dalam daun pisang atau plastik mika. Daya tahannya sekitar 3-4 hari di suhu ruang. Kalau ingin lebih awet, simpan di kulkas dan kukus sebentar sebelum dimakan.

5. Kopi Robusta Semende

Daerah Semende di Kabupaten Muara Enim menghasilkan kopi robusta dengan karakter khas: body tebal, acidity rendah, dan aroma rempah yang kuat. Kopi ini sudah dikenal di kalangan penikmat kopi Sumatera Selatan dan sering dijadikan oleh-oleh oleh para wisatawan yang mampir ke kawasan Pagar Alam.

Biji kopi biasanya dijual dalam bentuk green bean atau sudah di-roasting. Beberapa kedai kopi di Palembang juga menyediakan kopi bubuk kemasan vakum. Pastikan Anda membeli dari penjual yang menyebutkan asal daerahnya—Semende asli biasanya punya sertifikat geografis.

6. Songket Palembang (Bukan Makanan)

Songket Palembang adalah kain tenun tradisional dengan benang emas atau perak yang ditenun secara manual. Motifnya seperti lepus, nampan, atau tigo negeri sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya. Songket asli bisa dijadikan taplak meja, sarung bantal, atau kain kebaya.

Pusat penjualan songket ada di Kampung Songket 30 Ilir dan kawasan Benteng Kuto Besak. Harga songket asli memang tidak murah karena proses pembuatannya yang rumit, tapi kualitasnya sebanding dengan keawetannya. Untuk yang budget terbatas, songket printing bisa jadi alternatif dengan harga lebih terjangkau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pempek kering sama enaknya dengan pempek basah?
Tidak persis sama, tapi cukup mendekati. Setelah digoreng ulang di rumah dengan minyak panas dan api sedang, tekstur luarnya renyah dan dalamnya kenyal. Kuncinya jangan terlalu lama menggoreng supaya tidak keras.

Berapa lama kemplang panggang bisa bertahan?
Kalau disimpan di wadah kedap udara, kemplang panggang bisa tahan hingga 1-2 bulan. Hindari tempat lembap supaya tidak berjamur.

Apakah songket asli bisa dicuci dengan mesin cuci?
Sebaiknya tidak. Songket asli sebaiknya dicuci tangan dengan air dingin dan sabun lembut, lalu diangin-anginkan. Mesin cuci bisa merusak benang emas dan menyebabkan kain melar.

Di mana tempat belanja oleh-oleh paling lengkap di Palembang?
Pusat oleh-oleh terbesar ada di Pasar 16 Ilir, pusat perbelanjaan Palembang Square, dan beberapa toko di Jalan Merdeka. Untuk songket, langsung ke Kampung Songket 30 Ilir.

Apakah kopi Semende cocok untuk espresso?
Cocok. Robusta Semende punya body tebal dan crema yang cukup baik untuk espresso. Tapi karena acidity-nya rendah, rasanya cenderung earthy dan sedikit pahit—cocok untuk yang suka kopi kuat tanpa rasa asam.

Oleh-oleh dari Sumatera Selatan tidak melulu soal pempek. Dengan membawa amplang, kemplang, atau kopi Semende, Anda memberi pengalaman rasa yang berbeda pada orang di rumah. Kalau punya waktu luang, mampir ke sentra oleh-oleh di Palembang sebelum kembali—pilihannya banyak dan penjual biasanya bersedia mengepak khusus untuk perjalanan jauh.

Reporter: Syahril Hamid
Back to top