PALEMBANG — Transformasi layanan kepolisian di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Polda Sumsel meluncurkan Aplikasi AMPERA 24/7 yang dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan Polri. Peluncuran dilakukan langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho dalam Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Mapolrestabes Palembang pada Selasa (28/7/2026).
Aplikasi ini menjadi pusat layanan digital Polrestabes Palembang. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor polisi untuk urusan administrasi tertentu. Beberapa fitur utama yang tersedia meliputi:
Selain transformasi digital, Polrestabes Palembang juga memperkenalkan inovasi di bidang ketahanan pangan. Bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya (Unsri), polisi memanfaatkan gulma eceng gondok menjadi pakan unggas dan ikan berbasis teknologi presisi. Inovasi ini dikembangkan di wilayah Kecamatan Alang-Alang Lebar dan diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa inovasi-inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mengawal kebijakan Presiden dan Kapolri.
"Polda Sumsel berkomitmen penuh mengawal kebijakan Presiden dan Kapolri melalui aksi nyata di daerah. Inovasi yang dihadirkan Polrestabes Palembang, mulai dari digitalisasi layanan hingga ketahanan pangan, merupakan wujud konkret kepolisian yang tidak hanya menegakkan hukum tetapi juga hadir membawa solusi bagi kebutuhan warga," tegas Sandi dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis barang bukti hasil pengungkapan tindak pidana kepada pemilik yang sah. Selain itu, piagam penghargaan diberikan kepada M. Reza Pahlevi dan M. Ikbal atas keberanian mereka membantu menggagalkan aksi kejahatan. Momentum ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan dan penghargaan kepada masyarakat.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan menekankan bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab polisi. "Keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Polri, melainkan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara aparat dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan Kota Palembang yang aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menambahkan bahwa seluruh inovasi ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan Polri yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Polda Sumsel memastikan transformasi serupa akan terus dikembangkan di seluruh jajaran sebagai bagian dari implementasi Polri Presisi.