PALEMBANG — Masyarakat Sumatra Selatan yang berencana beraktivitas di luar ruangan pada Rabu (29/7/2026) perlu menyiapkan payung atau jas hujan. BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan hanya bertahan hingga pagi hari, sebelum hujan ringan mulai turun di sejumlah titik pada siang hingga sore.
Wilayah yang masuk zona waspada pada siang-sore meliputi Musi Rawas Utara, Muara Enim, Musi Banyuasin, PALI, Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Kota Palembang, Ogan Ilir, OKU Selatan, Lahat, dan Musi Rawas. Memasuki malam hari, hujan ringan diprediksi masih terjadi di Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Lahat, Muara Enim, OKU Selatan, OKU, Empat Lawang, dan Musi Rawas.
BMKG menyebut potensi hujan ringan baru benar-benar mereda pada dini hari. Hanya dua daerah yang masih berpotensi basah, yakni Musi Rawas dan Musi Banyuasin. Wilayah lainnya sudah kembali cerah berawan.
Kendati demikian, BMKG memastikan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem untuk Sumatra Selatan hari ini. Masyarakat tetap diimbau waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor pertanian, konstruksi, atau transportasi.
Untuk wilayah dataran rendah seperti Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI, suhu udara berkisar 24–33 derajat Celsius dengan kelembapan 54–98 persen. Sementara di dataran tinggi—meliputi Pagar Alam, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Lahat, dan OKU Selatan—suhu lebih sejuk, yakni 18–32 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 58–100 persen.
Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam. Kondisi ini dinilai normal untuk musim ini dan tidak memicu gelombang tinggi atau angin kencang.
BMKG mengimbau warga Sumsel untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi. Informasi terkini bisa diakses di situs bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, maupun akun media sosial @infocuacasumsel.
“Masyarakat tetap kami imbau mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan,” demikian pernyataan resmi BMKG dalam rilisnya.