IHSG Sumsel Melemah di Tengah Sikap Wait and See Investor Jelang Rapat The Fed

Penulis: Syahril Hamid  •  Senin, 27 Juli 2026 | 19:11:31 WIB
Seorang pengamat pasar modal memantau pergerakan IHSG di layar komputer di Palembang, Senin (27/7).

PALEMBANG — IHSG diperkirakan bergerak cenderung melemah dengan kisaran support di level 6.060 dan resistance di level 6.300. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan selama IHSG masih bertahan di atas area support 6.060, tekanan yang terjadi masih berupa koreksi yang wajar sebagai respons atas sentimen global.

Harga Minyak Turun, Inflasi Terkendali?

Dari mancanegara, penurunan harga minyak mentah disebut dapat meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global. Hendra menilai hal ini mengurangi tekanan terhadap kebijakan suku bunga bank sentral serta menurunkan risiko kenaikan biaya energi bagi dunia usaha.

“Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat mendekati level 100 dolar AS per barel kini terkoreksi sekitar 4,5 persen ke kisaran 87 dolar AS per barel,” ujar Hendra saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, pelemahan harga minyak berpotensi memberikan sentimen positif terhadap inflasi domestik, neraca perdagangan, serta stabilitas nilai tukar Rupiah.

Fokus Investor: Rapat The Fed dan Transisi Kepemimpinan BI

Pelaku pasar akan mencermati pertemuan The Fed dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli 2026 pekan ini untuk menentukan arah kebijakan suku bunga. Selain itu, kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE) turut menjadi perhatian.

Dari dalam negeri, Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Namun, penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI memberikan sinyal kesinambungan kebijakan moneter tetap terjaga.

“Hal tersebut juga tercermin dari pergerakan rupiah yang masih relatif stabil di kisaran Rp17.953 per dolar AS atau melemah sekitar 0,23 persen, sehingga menunjukkan bahwa pasar belum bereaksi secara berlebihan,” ujar Hendra.

Bursa Global Variatif, Asia Mixed

Pada perdagangan Jumat (24/07) pekan kemarin, bursa Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 1,14 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,91 persen, DAX Jerman naik 1,36 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,88 persen.

Sementara itu, bursa Wall Street bergerak variatif. Indeks S&P 500 menguat 0,05 persen ke level 7.411,98, namun Nasdaq Composite melemah 1,15 persen ke 28.128,81. Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,46 persen ke 51.947,25.

Bursa Asia pagi ini juga mencatat pergerakan beragam. Nikkei menguat 0,10 persen, Shanghai naik 1,8 persen, dan Hang Seng menguat 0,23 persen. Sementara Kospi melemah 1,18 persen dan Strait Times turun 0,27 persen.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top