SUMATERA SELATAN — Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persib langsung mengambil inisiatif serangan. Statistik hingga menit ke-30 menunjukkan dominasi tim asuhan Bojan Hodak: 61 persen penguasaan bola berbanding 39 persen milik Arema.
Persib tercatat melepaskan lima tembakan, tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara Arema FC baru dua kali mencoba dengan satu tembakan on target. Agresivitas ini membuat lini belakang Singo Edan kerepotan mengantisipasi serangan cepat kombinasi pemain asing Persib.
Gol pembuka lahir dari kerja sama apik dua pemain asing. Berguinho mengirim umpan datar dari sisi kanan ke kotak penalti. Uilliam Barros, tanpa kontrol panjang, langsung menyambut dengan sentuhan tumit — sebuah backheel cerdas yang mengecoh kiper dan bek Arema. Bola masuk mulus ke gawang, membakar semangat Bobotoh yang memadati stadion.
Penyelesaian berkelas itu menjadi pembeda di tengah pertahanan Arema yang mulai rapat. Gol tersebut juga menambah kepercayaan diri Persib untuk terus mengontrol ritme permainan.
Keunggulan sementara ini menjadi suntikan moral bagi Persib di turnamen pramusim. Anak asuh Bojan Hodak menunjukkan kesiapan fisik dan taktik yang matang. Sementara Arema FC masih berupaya meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan sebelum turun minum.
Pertandingan masih berlangsung. Skor 1-0 untuk Persib bertahan hingga jeda babak pertama, namun peluang perubahan tetap terbuka sepanjang 90 menit.