PALEMBANG — Dua wilayah di Sumatera Selatan masih menjadi prioritas penanganan karhutla. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, lahan gambut seluas sekitar dua hektare di Desa Tulung Selapan belum sepenuhnya padam. Meski api terkendali, asap masih membubung sehingga petugas akan melanjutkan proses mopping up untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang bisa kembali menyala.
Sementara itu, di Kabupaten Muara Enin, kebakaran di Kecamatan Sungai Rotan masih melalap lahan seluas sekitar lima hektare. Hingga Sabtu, petugas baru berhasil memadamkan sekitar satu hektare. “Tim satgas gabungan terus melakukan pemadaman agar api tidak meluas. Sumber air diambil dari kanal yang berada di sekitar lokasi. Saat ini api masih menyala dan penanganan akan diteruskan,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman.
Berdasarkan hasil patroli udara, BPBD Sumsel mendeteksi titik-titik api yang tersebar di Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Palembang, Ogan Komering Ulu (OKU), dan OKU Timur. Sudirman menjelaskan, pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara dengan mengerahkan empat helikopter water bombing.
Operasi udara difokuskan pada wilayah dengan tingkat ancaman tinggi. Di Kecamatan Gandus, Palembang, helikopter menjatuhkan air sebanyak 26 kali hingga berhasil memadamkan kebakaran di lahan sekitar dua hektare. Di Kabupaten Banyuasin, pemadaman dilakukan di Tanjung Menang dan Rantau Bayur. Kebakaran di Tanjung Menang padam setelah 17 kali penyiraman, sementara di Rantau Bayur terkendali usai 18 kali water bombing. Dua helikopter lainnya memperkuat operasi di kawasan tersebut dengan total 31 kali penyiraman tambahan.
Operasi serupa juga dilakukan di Muara Kuang dan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir. Kebakaran di Muara Kuang berhasil dipadamkan setelah sejumlah penyiraman, sedangkan di Rantau Alai dilakukan 11 kali water bombing. Di Kabupaten OKU Timur, kebakaran seluas dua hektare padam setelah 32 kali penyiraman dari udara.
Kondisi berbeda masih terjadi di OKI. Lahan gambut di Desa Tulung Selapan belum benar-benar aman meskipun api sudah dikendalikan. Petugas akan melanjutkan proses mopping up untuk membasahi tanah gambut yang rentan menyimpan bara. Sementara di Muara Enim, api di Sungai Rotan masih membakar lima hektare dan petugas baru mampu menaklukkan satu hektare.
“Tim patroli udara menemukan 12 titik api di berbagai wilayah. Pemadaman dilakukan oleh satgas darat dan didukung empat helikopter water bombing,” ujar Sudirman. Ia menambahkan, pemadaman akan terus dilanjutkan hingga api benar-benar padam.