SALATIGA — Rumah Pak Paidi di Dukuh Banjari, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terus mendekati kondisi layak huni. Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digarap Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga bersama warga setempat berjalan dengan semangat kebersamaan.
Salah satu tahapan krusial yang dikerjakan adalah pemasangan dinding. Ember demi ember berisi adukan semen dan pasir diangkat ke bagian atas bangunan. Meski tampak sederhana, pekerjaan ini membutuhkan tenaga, kekompakan, dan koordinasi agar proses pembangunan berjalan efisien.
Adukan yang telah dipersiapkan dengan baik kemudian digunakan untuk menyusun dinding rumah. Targetnya, struktur bangunan menjadi kokoh, rapi, dan kuat sehingga rumah Pak Paidi memenuhi standar hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Warga sekitar turun langsung membantu Satgas TMMD. Mereka bergantian mengangkat ember dan menyusun bata. Menurut salah satu anggota Satgas, kerja gotong royong ini mempercepat penyelesaian rehab rumah yang sebelumnya tidak layuk huni.
Setiap ember adukan yang diangkat menjadi simbol nyata kepedulian terhadap sesama. Melalui TMMD, TNI dan masyarakat membuktikan bahwa kerja keras bersama mampu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi warga yang membutuhkan.
Program RTLH sendiri merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-129. Selain rehab rumah, Satgas Kodim 0714/Salatiga juga mengerjakan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik di wilayah Kecamatan Tengaran. (*)