Subaru Getaway 420 HP Ditunda ke 2027, Model Terkuat Sepanjang Sejarah Subaru Harus Bersabar

Penulis: Rizal Fikri  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:38:31 WIB

SUMATERA SELATAN — Kabarnya, Subaru Getaway sempat dijadwalkan meluncur pada akhir 2026, namun kini harus mundur ke awal 2027. Informasi ini pertama kali diungkap Carscoops dan kemudian dikonfirmasi langsung oleh Subaru kepada Car and Driver. Pabrikan asal Jepang itu beralasan butuh waktu ekstra untuk penyempurnaan akhir sebelum masuk jalur produksi.

"Awal produksi Getaway diperkirakan akan tertunda untuk memberikan waktu yang cukup bagi penyesuaian akhir sebelum peluncuran," demikian pernyataan Subaru. Mereka belum merinci berapa lama penundaan tersebut, namun diperkirakan setidaknya delapan pekan—sama seperti Toyota Highlander EV yang juga mengalami nasib serupa.

420 hp: Subaru Terkuat Sepanjang Sejarah

Meskipun satu basis dengan Toyota Highlander EV, Subaru Getaway datang dengan pendekatan powertrain yang berbeda. Highlander EV ditawarkan dalam varian motor tunggal penggerak roda depan dan motor ganda all-wheel-drive, sedangkan Getaway hanya tersedia dengan all-wheel-drive dual-motor. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan mencapai 420 hp, jauh melampaui Highlander AWD yang "hanya" 338 hp.

Angka tersebut membuat Getaway menjadi Subaru produksi paling bertenaga yang pernah dibuat. Untuk pasar Indonesia, tentu menjadi pertanyaan apakah model ini akan masuk—mengingat Subaru di Tanah Air masih fokus pada model bensin dan hybrid. Namun secara global, Getaway menjadi penanda ambisi elektrifikasi Subaru di segmen SUV besar.

Dua Varian Baterai, Jarak Tempuh >300 Mil

Subaru Getaway akan hadir dalam dua pilihan baterai untuk tahap awal peluncuran. Varian pertama menggendong paket baterai 96 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 300 mil (sekitar 482 km) dalam sekali pengisian. Nantinya, Subaru akan menambahkan varian lebih terjangkau dengan baterai 77 kWh, meski angka jarak tempuh pastinya belum diumumkan.

Baik Getaway maupun Highlander EV akan dirakit di pabrik Toyota di Georgetown, Kentucky, Amerika Serikat—pabrik yang juga memproduksi Camry dan RAV4. Keputusan ini menandai kolaborasi erat antara Toyota dan Subaru dalam pengembangan kendaraan listrik. Sayangnya, belum ada kepastian apakah Getaway akan diekspor ke pasar Asia, termasuk Indonesia.

Bagi penggemar Subaru di dalam negeri, kabar penundaan ini mungkin terasa pahit, mengingat model 420 hp adalah sesuatu yang langka dari pabrikan yang identik dengan mesin boxer dan all-wheel-drive. Namun, setidaknya ada waktu lebih bagi Subaru untuk mematangkan produk sebelum akhirnya bersaing dengan Hyundai Ioniq 9, Kia EV9, dan sederet SUV listrik tiga baris lainnya yang sudah lebih dulu meluncur.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top